Probolinggo, Suaragenerasibangsa.com – Sebanyak 17 petani di Kabupaten Probolinggo mengikuti sosialisasi produk pertanian yang digelar di Toko Mrico Jaya Sentosa, Senin (13/4/2026) sore. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah produk unggulan mulai dari Pupuk Tawon Kertopaten, Pestisida DGW, hingga Benih Jagung Hibrida R7 Red dan Ultimed.
Acara tersebut turut dihadiri Sekjen LPPNU Kabupaten Probolinggo. Kehadiran LPPNU menjadi bentuk dukungan nyata bagi petani agar bisa berkolaborasi dan mendapatkan akses informasi pertanian yang lebih baik.
Dalam sosialisasi, Yuri Pradana selaku Field Manager Pupuk Tawon menjelaskan jenis serta kegunaan Pupuk Tawon Kertopaten untuk meningkatkan kesuburan tanah dan hasil panen. Sementara Muhammad Zulkifli, Sales Wilayah Tawon, memaparkan teknik pengaplikasian pupuk yang tepat di lapangan.
Materi berikutnya disampaikan Syarifuddin, Field Manager DGW, yang memaparkan keunggulan produk pestisida DGW. Ia menjelaskan cara kerja pestisida dalam mengendalikan hama dan penyakit tanaman, serta dosis penggunaan yang aman bagi petani dan lingkungan.
Sesi terakhir diisi Joko Sugiono Eka Prasetya Dini dari Field Manager R7. Ia memperkenalkan Benih Jagung Hibrida R7 Red dan Ultimed kepada peserta. Kedua varietas ini diklaim memiliki daya tahan lebih baik serta potensi hasil panen yang tinggi bila ditanam sesuai rekomendasi.
Para petani yang hadir terlihat sangat antusias selama acara berlangsung. Mereka aktif bertanya tentang cara penggunaan, jenis produk yang cocok untuk kondisi lahan masing-masing, hingga teknik pengaplikasian pupuk dan pestisida yang efektif. Ilmu baru ini dinilai penting untuk meningkatkan produktivitas.
Pengurus LPPNU Kabupaten Probolinggo menyatakan pihaknya siap mensupport dan membuka ruang kolaborasi antara petani dengan perusahaan penyedia sarana produksi pertanian. Tujuannya agar petani tidak berjalan sendiri dan bisa mendapat pendampingan langsung.
Sosialisasi yang diikuti 17 petani ini diharapkan menjadi langkah awal peningkatan hasil pertanian di Probolinggo. Dengan pemahaman yang tepat soal pupuk, pestisida, dan benih unggul, petani diyakini bisa lebih sejahtera dan mandiri. (Septyan)
