Klinik GSHS Yosowilangun Pertahankan Pelayanan Humanis, Lengkapi Fasilitas Rawat Inap dan UGD 24 Jam

Lumajang, Suaragenerasibangsa – Pelayanan kesehatan yang mengedepankan kenyamanan, profesionalitas, dan respons cepat menjadi salah satu kebutuhan masyarakat di wilayah Lumajang selatan. Kondisi tersebut turut mendorong keberadaan fasilitas kesehatan swasta untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien.

Salah satunya Klinik Pratama Rawat Inap Griya Sehat Harapan Santosa (GSHS) di Dusun Yosowilangun Kidul, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang. Klinik yang dikelola bidan senior Asiantini atau yang akrab disapa Bu Tini tersebut telah melayani masyarakat selama tujuh tahun.

Berbeda dengan konsep praktik mandiri yang menyatu dengan rumah tinggal, bangunan Klinik GSHS didirikan secara terpisah. Pemisahan tersebut menjadi bagian dari upaya pengelola dalam memberikan ruang pelayanan yang lebih mendukung aspek kebersihan, privasi, dan kenyamanan pasien, khususnya mereka yang membutuhkan perawatan inap.

Dari sisi fasilitas, klinik menyediakan sejumlah kamar rawat inap serta Ruang Layanan Unit Gawat Darurat (UGD) yang beroperasi selama 24 jam dengan dukungan perawat yang berjaga.

Keberadaan layanan UGD tersebut menjadi salah satu fasilitas yang ditawarkan klinik untuk memberikan penanganan awal terhadap pasien dalam kondisi darurat. Dengan demikian, pasien dapat memperoleh pelayanan medis terlebih dahulu tanpa harus langsung menempuh perjalanan jauh menuju rumah sakit.

Di sisi lain, persoalan biaya pelayanan juga menjadi perhatian sebagian masyarakat. Tarif yang dinilai sebagian warga relatif lebih tinggi dibandingkan sejumlah klinik lain menjadi hal yang kemudian dijelaskan oleh pihak pengelola.

Asiantini mengatakan, biaya pelayanan tidak dapat dilepaskan dari kualitas fasilitas dan layanan yang diberikan kepada pasien. Menurutnya, sejak awal berdiri, Klinik GSHS berupaya menempatkan proses pemulihan pasien sebagai prioritas.

“Kami memberikan target kesembuhan lebih cepat karena berbagai pertimbangan. Kami memikirkan kemampuan keluarga pasien untuk membayar, siapa yang menunggu di rumah sakit, belum lagi kepikiran keluarga di rumah yang ditinggalkan,” ujar Bu Tini saat dikonfirmasi, Senin (5/10/2026).

Ia menambahkan, pertimbangan tersebut menjadi salah satu alasan pihaknya berusaha memberikan pelayanan secara maksimal agar pasien dapat segera pulih dan kembali berkumpul bersama keluarga.

“Atas dasar alasan tersebut, saya berupaya semaksimal mungkin untuk kesembuhan pasien. Memang biaya agak mahal karena kami memakai kualitas terbaik, supaya pasien lebih cepat pulih dan bisa segera pulang berkumpul kembali dengan keluarga,” tegasnya.

Selain aspek pelayanan medis, pengelola klinik juga menunjukkan perhatian terhadap keterbukaan informasi mengenai tenaga kesehatan yang bertugas. Identitas petugas ditempatkan di sejumlah ruang layanan sehingga pasien maupun keluarga dapat mengetahui tenaga profesional yang memberikan pelayanan.

Di Ruang Layanan Rekam Medis, misalnya, terpampang identitas Kalista Putri Dininta sebagai Petugas Rekam Medik beserta nomor Surat Izin Praktik (SIP). Sementara di Ruang Layanan UGD terdapat identitas Perawat Yeni Dwi Tresnani, A.Md.Kep.

Keterbukaan identitas tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan kepastian kepada pasien dan keluarga mengenai petugas yang menjalankan pelayanan di masing-masing unit.

Dengan bangunan khusus yang terpisah dari rumah tinggal, fasilitas rawat inap, layanan UGD selama 24 jam, serta penekanan pada transparansi tenaga kesehatan, Klinik Pratama Rawat Inap Griya Sehat Harapan Santosa terus menjalankan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah Yosowilangun dan sekitarnya.

Keberadaan fasilitas tersebut sekaligus menunjukkan bahwa layanan kesehatan tingkat pratama di wilayah selatan Lumajang terus berkembang dengan menawarkan pilihan pelayanan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

(Arini)

Posting Komentar

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama

Terkini

Terkini Lainnya