Probolinggo, Suaragenerasibangsa – Memasuki fase akhir budidaya, tanaman jagung di lahan binaan Polsek Sumberasih terus mendapat pemantauan. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari keterlibatan kepolisian dalam mendukung petani sekaligus menjaga keberlanjutan program ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Probolinggo.
Aiptu Johnny dari Unit Binmas Polsek Sumberasih turun langsung melakukan pengecekan pada Selasa (25/8/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Lokasi yang menjadi sasaran monitoring berada di Dusun Beringin, Desa Pohsangit Leres, Kecamatan Sumberasih.
Lahan yang dikunjungi memiliki luas sekitar tiga hektare dan merupakan milik Duhron. Area pertanian tersebut masuk dalam kelompok tani yang berada di bawah kepemimpinan Mulyadi.
Dari data yang dihimpun saat pemantauan, tanaman jagung mulai dibudidayakan pada 24 Juni 2026. Apabila pertumbuhan berjalan sesuai perkiraan, hasil pertanian tersebut akan dipanen sekitar 29 September 2026.
Waktu panen yang semakin dekat membuat pemantauan menjadi penting. Petugas memastikan kondisi tanaman tetap terjaga serta menanyakan perkembangan perawatan yang dilakukan pemilik lahan.
Di sela pengecekan, Aiptu Johnny juga berdialog dengan Duhron. Pembicaraan tersebut membahas kondisi tanaman dan proses budidaya yang telah berjalan selama beberapa bulan.
Kapolsek Sumberasih AKP Sugeng Apriyanto, S.H., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian untuk memberikan pendampingan secara langsung kepada masyarakat.
“Polri harus hadir di tengah masyarakat dan memberikan manfaat. Salah satunya dengan melakukan pemantauan lahan pertanian binaan sekaligus membuka komunikasi dengan petani mengenai kondisi yang mereka hadapi,” ungkap AKP Sugeng.
Ia mengatakan, interaksi langsung dengan petani memberikan kesempatan bagi kepolisian untuk mengetahui situasi di lapangan secara lebih cepat.
Selain itu, komunikasi tersebut diharapkan dapat membangun hubungan yang semakin kuat antara jajaran kepolisian dengan kelompok tani.
AKP Sugeng menambahkan, sinergi dengan petani diperlukan agar dukungan terhadap ketahanan pangan dapat dilakukan secara berkelanjutan.
“Komunikasi yang baik akan mempermudah koordinasi. Ketika ditemukan persoalan di lapangan, tentunya dapat segera disampaikan dan dicarikan langkah penanganan bersama pihak terkait,” jelasnya.
Pendampingan terhadap sektor pertanian tersebut dilakukan bukan hanya ketika terjadi persoalan. Pemantauan juga menjadi langkah preventif untuk mengetahui perkembangan tanaman dan kondisi lahan secara berkala.
Dalam pengecekan kali ini, petugas tidak menemukan kendala yang menghambat pertumbuhan jagung. Kondisi lahan dan tanaman secara umum berada dalam keadaan baik.
Hasil pemantauan tersebut menjadi modal positif bagi petani yang kini tinggal menunggu tanaman memasuki waktu panen.
Bagi Polsek Sumberasih, kegiatan tersebut juga menjadi sarana membangun kedekatan dengan masyarakat melalui pendekatan yang bersifat langsung dan humanis.
Kehadiran anggota di tengah lahan pertanian diharapkan dapat memberikan motivasi kepada petani untuk terus menjaga produktivitas dan mengoptimalkan hasil budidaya.
Jajaran Polsek Sumberasih pun akan terus mendorong komunikasi dengan kelompok tani sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan.
Pendampingan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa peran kepolisian tidak terbatas pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap aktivitas produktif masyarakat.
Seluruh kegiatan monitoring di lahan jagung binaan berlangsung aman, tertib dan lancar. Tidak ditemukan gangguan maupun kendala selama pelaksanaan.
Dengan tanaman yang diperkirakan memasuki masa panen pada akhir September mendatang, Polsek Sumberasih berharap hasil budidaya tersebut dapat memberikan manfaat bagi petani sekaligus turut menopang ketahanan pangan di wilayah setempat. (Septyan)
