Probolinggo, Suaragenerasibangsa – Pemerintah Kota Probolinggo terus memacu pembangunan ekosistem pemerintahan berbasis digital. Langkah tersebut diwujudkan melalui penguatan infrastruktur teknologi informasi dengan penambahan super koridor jaringan, distribusi kamera pengawas (CCTV), serta pengenalan B-Link (Bersolek Link) sebagai super aplikasi yang akan mengintegrasikan seluruh layanan publik dalam satu platform.
Komitmen itu disampaikan dalam kegiatan Ngopi Bareng Media yang digelar di halaman Kantor Wali Kota Probolinggo, Rabu (5/8/2026) malam. Acara berlangsung hangat dengan dihadiri Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, Sekretaris Daerah, jajaran kepala perangkat daerah, para camat, serta puluhan insan pers.
Di hadapan para jurnalis, Pemerintah Kota Probolinggo memaparkan arah baru pembangunan digital yang tidak hanya berorientasi pada penyediaan teknologi, tetapi juga membangun sistem pelayanan publik yang saling terhubung, efisien, dan mudah diakses masyarakat.
B-Link diperkenalkan sebagai identitas baru transformasi digital Kota Probolinggo. Nama tersebut mengandung makna semangat Bersolek yang selama ini menjadi ruh pembangunan daerah, dipadukan dengan kata Link yang menggambarkan konektivitas seluruh layanan pemerintah dalam satu ekosistem digital.
Visual B-Link mengusung perpaduan warna biru, hijau, dan oranye. Ketiga warna itu merepresentasikan kepercayaan publik, pertumbuhan, inovasi, serta pelayanan yang cepat, adaptif, dan responsif terhadap perkembangan teknologi.
Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin mengatakan pembangunan kota modern tidak lagi cukup mengandalkan infrastruktur fisik semata. Menurutnya, infrastruktur digital kini memiliki peran yang sama pentingnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
"Kalau jalan menjadi penghubung antarwilayah, maka jaringan digital adalah penghubung seluruh pelayanan pemerintah. Karena itu kami membangun keduanya secara beriringan agar masyarakat benar-benar merasakan manfaat pembangunan," ujar Aminuddin.
Ia menjelaskan, penguatan super koridor jaringan menjadi langkah strategis untuk mempercepat pertukaran data antarseluruh perangkat daerah. Dengan jaringan yang semakin baik, proses pelayanan maupun koordinasi pemerintahan diharapkan berlangsung lebih efektif.
"Kami ingin seluruh perangkat daerah bekerja dalam satu sistem yang sama. Tidak ada lagi sekat informasi karena semua data akan saling terhubung sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih cepat dan lebih akurat," katanya.
Selain memperkuat jaringan komunikasi data, Pemerintah Kota Probolinggo juga memperluas distribusi CCTV di sejumlah titik strategis. Keberadaan kamera pengawas tersebut bukan hanya berfungsi mendukung keamanan wilayah, tetapi juga menjadi bagian dari sistem pemantauan kota secara digital.
"Data visual dari CCTV akan menjadi salah satu sumber informasi penting bagi pemerintah dalam mengambil keputusan. Dengan dukungan teknologi, setiap kondisi di lapangan dapat dipantau secara lebih cepat," ungkapnya.
Menurut Aminuddin, seluruh infrastruktur tersebut nantinya akan terhubung dengan dashboard pemerintahan yang saat ini tengah dikembangkan. Dashboard itu akan menjadi pusat kendali informasi daerah yang beroperasi secara real time selama 24 jam.
Melalui dashboard tersebut, berbagai informasi dari organisasi perangkat daerah akan terkumpul dalam satu sistem sehingga memudahkan pimpinan daerah melakukan monitoring sekaligus mempercepat proses pengambilan kebijakan.
"Kami sedang membangun pemerintahan yang bekerja berdasarkan data. Setiap keputusan harus didukung informasi yang valid, terkini, dan bisa dipertanggungjawabkan. Itulah fungsi utama dashboard pemerintahan yang sedang kami siapkan," jelasnya.
Super Aplikasi B-Link akan menjadi pintu masuk utama masyarakat dalam memperoleh layanan pemerintah. Dalam satu aplikasi, warga dapat mengakses informasi OPD, layanan kesehatan, pendidikan, informasi Pendapatan Asli Daerah, hingga mendengarkan Radio Suara Kota.
"Prinsipnya sederhana, masyarakat tidak perlu lagi mencari layanan pemerintah di banyak aplikasi. Semua kami satukan dalam B-Link agar pelayanan lebih praktis, efisien, dan mudah digunakan siapa saja," tegas Aminuddin.
Ia menambahkan bahwa integrasi digital juga menjadi langkah nyata untuk meningkatkan transparansi penyelenggaraan pemerintahan sekaligus menekan potensi beredarnya informasi yang tidak benar.
"Kalau masyarakat memiliki satu kanal resmi yang lengkap dan mudah diakses, maka informasi yang diterima juga akan lebih akurat. Ini menjadi bagian dari upaya kami membangun pemerintahan yang terbuka dan terpercaya," tuturnya.
Aminuddin mengajak seluruh perangkat daerah untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar transformasi digital tidak berhenti pada peluncuran aplikasi semata, melainkan menjadi budaya kerja baru di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada insan media yang selama ini menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan berbagai informasi pembangunan kepada masyarakat.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan media memiliki peran penting dalam meningkatkan literasi digital masyarakat sehingga berbagai inovasi pelayanan dapat dimanfaatkan secara optimal.
Melalui penguatan jaringan digital, pembangunan dashboard pemerintahan, distribusi CCTV, dan peluncuran Super Aplikasi B-Link, Pemerintah Kota Probolinggo menargetkan lahirnya sistem pelayanan publik yang semakin modern, terintegrasi, cepat, aman, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat di era transformasi digital. (Septyan)
