Laporan kebakaran diterima Mako Damkar Kota Probolinggo pada pukul 08.05 WIB. Tiga menit kemudian, tepat pukul 08.08 WIB, Regu 2 langsung diberangkatkan menuju lokasi yang berjarak sekitar tiga kilometer dari markas.
Pergerakan cepat petugas membuahkan hasil. Pada pukul 08.17 WIB, armada Damkar tiba di lokasi dan langsung melakukan penanganan terhadap lahan yang terbakar.
Kasi Damkar Kota Probolinggo Dwi Arianto S.Sos., MM mengatakan, kecepatan respons menjadi bagian penting dalam penanganan kejadian kebakaran, terlebih ketika api berada di area terbuka dan berpotensi meluas.
“Begitu laporan kami terima, petugas langsung melakukan persiapan dan berangkat menuju lokasi. Dalam sembilan menit setelah berangkat, petugas sudah tiba di lokasi dan langsung melakukan penanganan,” ujar Dwi Arianto.
Namun, cepatnya respons petugas harus dihadapkan dengan kondisi akses menuju lokasi yang cukup sempit. Mobil pemadam sempat mengalami hambatan saat memasuki kawasan Gang Tajungan.
“Memang akses jalannya sempit sehingga mobil pemadam sedikit terhambat. Tetapi personel tetap berupaya agar bisa segera mendekati titik kebakaran dan melakukan penanganan,” jelasnya.
Damkar Kota Probolinggo mengerahkan tiga armada dalam operasi tersebut. Masing-masing satu unit Kijang Rescue, satu unit Fire Truck 04 dan satu unit Vixen TRC.
Begitu tiba, petugas Regu 2 langsung melakukan pemadaman. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan dengan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara maupun titik panas yang masih berpotensi memicu kebakaran kembali.
Sekitar pukul 08.35 WIB, kondisi kebakaran berhasil dikondisikan. Petugas kemudian melakukan pemeriksaan dan pendinginan lanjutan di area yang sebelumnya terbakar.
Lima menit berselang, tepat pukul 08.40 WIB, penanganan dinyatakan kondusif. Petugas memastikan lokasi dalam kondisi aman sebelum menyelesaikan operasi.
Dwi mengatakan, proses pendinginan tidak boleh dilewatkan meski kobaran api telah berhasil dipadamkan. Sebab, sisa bara pada material yang terbakar dapat kembali memunculkan api.
“Setelah api terkendali, kami tetap melakukan pendinginan dan pengecekan. Ini untuk memastikan tidak ada bara atau titik panas yang bisa menyebabkan api kembali menyala,” katanya.
Sementara itu, penyebab kebakaran lahan hingga kini masih belum diketahui. Petugas belum mendapatkan informasi yang dapat memastikan sumber awal munculnya api.
Dwi meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan kebakaran, sekecil apa pun api yang terlihat. Menurutnya, laporan cepat dari warga sangat membantu petugas melakukan penanganan sejak awal.
“Kalau masyarakat melihat asap atau api, segera laporkan. Jangan menunggu sampai api membesar. Semakin cepat informasi diterima, semakin cepat petugas bisa bergerak,” tegas Dwi.
Ia juga mengingatkan pentingnya akses bagi kendaraan pemadam, khususnya di kawasan permukiman atau gang yang memiliki lebar jalan terbatas.
“Kami berharap masyarakat bisa memberikan akses ketika kendaraan pemadam menuju lokasi. Armada membutuhkan ruang yang cukup agar bisa mendekati titik api,” tambahnya.
Kebakaran tersebut terjadi pada pagi hari dengan kondisi cuaca dilaporkan cerah. Tidak ada laporan mengenai meluasnya api ke kawasan lain setelah petugas melakukan pemadaman dan pendinginan.
Sebanyak delapan personel Regu 2 Damkar Kota Probolinggo terlibat dalam penanganan. Mereka terdiri dari Arif, Trigus, Bambang, Nazrul, Taufiq, PTI Nurul, PTI Soleh dan PTI Kirno.
Setelah memastikan tidak ada lagi titik api maupun bara yang berpotensi menyala kembali, petugas menyelesaikan penanganan di lokasi.
Kebakaran lahan di Gang Tajungan Mangunharjo akhirnya berhasil dikendalikan. Dari laporan diterima pukul 08.05 WIB, petugas bergerak tiga menit kemudian dan tiba di lokasi pada pukul 08.17 WIB dengan waktu respons sembilan menit sejak keberangkatan. (septyan)
