Probolinggo, Suaragenerasibangsa – Budidaya bunga telang di RT 01 RW 16, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, terus dikembangkan tidak hanya sebagai tanaman penghias pekarangan, tetapi juga menjadi produk olahan yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.
Kegiatan budidaya dan pengolahan produksi bunga telang tersebut berlangsung pada Minggu (27/09/2026) pagi. Kegiatan itu turut dihadiri Lurah Mangunharjo Ikromi Wida Utama, Ketua TP PKK Kelurahan Mangunharjo Ns. Jita Olisa, kader PKK Kelurahan Mangunharjo serta Ketua RW 16 Muji Slamet.
Pengembangan bunga telang di lingkungan RT 01 RW 16 dilakukan dengan melibatkan ibu-ibu setempat. Tanaman yang sebelumnya tumbuh di pekarangan rumah warga kini dimanfaatkan sebagai bahan baku berbagai produk makanan dan minuman.
Pencetus budidaya dan penanaman bunga telang di RT 01 RW 16, Mella Pusyana, mengatakan kegiatan tersebut telah berjalan sekitar satu tahun. Awalnya, penanaman dilakukan dengan menebarkan benih bunga telang di sejumlah pekarangan rumah warga.
“Penanaman bunga telang ini sudah kami lakukan sekitar satu tahun. Awalnya kami menebar benih bunga telang di pekarangan rumah warga, kemudian tanaman tersebut dirawat hingga bisa menghasilkan bunga yang selanjutnya kami manfaatkan untuk berbagai olahan,” ujar Mella.
Menurutnya, keberadaan tanaman telang yang tersebar di rumah-rumah warga membuat bahan baku relatif mudah diperoleh. Bunga yang sudah dipanen kemudian dikumpulkan dan diproses menjadi sejumlah produk yang dapat dikonsumsi sekaligus memiliki potensi untuk dipasarkan.
Mella menjelaskan, salah satu produk yang cukup banyak diminati adalah minuman bunga telang. Pesanan minuman tersebut tidak hanya datang dari warga sekitar, tetapi juga berasal dari perkantoran hingga masyarakat yang berada di luar lingkungan RW 16.
“Pesanan minuman bunga telang biasanya datang dari perkantoran hingga masyarakat di luar RW. Ini menjadi semangat bagi kami untuk terus mengembangkan budidaya dan pengolahan bunga telang agar semakin dikenal,” katanya.
Selain minuman, bunga telang juga dikembangkan menjadi puding dan nasi bakar. Pengolahan tersebut menghasilkan produk dengan tampilan khas, aroma serta cita rasa tersendiri yang menjadi daya tarik bagi konsumen.
Untuk membuat minuman bunga telang, bunga yang telah dipanen terlebih dahulu dipilih dan dibersihkan. Bunga kemudian dapat diseduh menggunakan air panas hingga air berubah warna menjadi biru keunguan.
Air seduhan bunga telang selanjutnya dapat ditambahkan gula atau pemanis sesuai selera. Untuk memberikan variasi rasa, minuman juga dapat dipadukan dengan perasan jeruk atau bahan lainnya sehingga menghasilkan cita rasa yang lebih segar.
Selain sebagai minuman, bunga telang juga dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami makanan. Salah satunya digunakan dalam pembuatan puding dan nasi, termasuk nasi yang kemudian diolah menjadi nasi bakar dengan tambahan berbagai isian.
Dalam proses budidayanya, bunga telang tergolong tanaman yang dapat ditanam di pekarangan rumah. Benih dapat ditanam pada media tanah yang cukup subur dan memiliki drainase baik. Setelah tumbuh, tanaman membutuhkan tempat untuk merambat karena bunga telang termasuk tanaman merambat.
Penyiraman dilakukan secara rutin dengan menyesuaikan kondisi media tanam. Tanaman juga perlu mendapatkan sinar matahari yang cukup serta dirawat dengan membersihkan gulma di sekitar tanaman agar pertumbuhannya tidak terganggu.
Bunga telang yang telah tumbuh dan berbunga kemudian dapat dipanen secara berkala. Bunga yang digunakan sebagai bahan olahan sebaiknya dipilih dalam kondisi baik dan bersih sebelum diproses menjadi produk makanan maupun minuman.
Bunga telang selama ini dikenal sebagai tanaman yang mengandung senyawa antioksidan dan kerap dimanfaatkan sebagai bahan minuman herbal. Namun, manfaat kesehatan tidak berarti menggantikan pengobatan medis, sehingga penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
Dari sisi ekonomi, budidaya tersebut juga membuka peluang usaha rumahan. Hasil panen tidak berhenti sebagai tanaman pekarangan, melainkan dikembangkan menjadi produk siap konsumsi yang dapat dijual kepada masyarakat.
Harga yang ditawarkan pun relatif terjangkau selama masa promosi. Puding bunga telang dipatok mulai Rp3.000, minuman bunga telang mulai Rp5.000, sedangkan nasi bakar dijual mulai Rp10.000.
Ketua TP PKK Kelurahan Mangunharjo Ns. Jita Olisa mengapresiasi kekompakan ibu-ibu di RT 01 RW 16 dalam mengembangkan budidaya bunga telang. Menurutnya, kekompakan tersebut terlihat dari hampir setiap rumah yang telah memiliki tanaman telang dan bahkan memproduksi hasil olahannya secara mandiri.
“Ibu-ibu di RT 01 ini sangat luar biasa kekompakannya dalam budidaya bunga telang. Bahkan setiap rumah sudah memiliki tanaman telang dan memproduksinya secara mandiri. Ini merupakan potensi yang sangat baik untuk terus dikembangkan,” ujar Jita.
Jita menambahkan, TP PKK Kelurahan Mangunharjo akan ikut membantu memperluas pemasaran produk tersebut. Salah satunya melalui pembuatan konten-konten kreatif yang memperkenalkan berbagai olahan bunga telang kepada masyarakat.
“Guna memasarkan ke jangkauan yang lebih luas, kami dari TP PKK Kelurahan Mangunharjo akan turut serta membantu mempromosikan melalui konten-konten olahan bunga telang. Harapannya, setelah konten-konten tersebut dibuat, produk ini dapat dikenal luas oleh masyarakat Kota Probolinggo, khususnya di Kelurahan Mangunharjo,” jelasnya.
Menurut Jita, upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat identitas RT 01 RW 16 sebagai salah satu lingkungan yang memiliki hasil budidaya bunga telang. Dengan identitas tersebut, produk olahan yang dihasilkan warga diharapkan memiliki ruang pemasaran yang semakin luas.
“Harapan kami setelah melaksanakan konten ini, bunga telang dan berbagai olahannya bisa dikenal luas oleh masyarakat Kota Probolinggo, khususnya di Kelurahan Mangunharjo, sehingga RT 01 RW 16 memiliki identitas tersendiri dengan hasil budidayanya,” imbuhnya.
Jita juga berpesan kepada para warga agar tetap menjaga semangat dan kekompakan dalam mengembangkan budidaya bunga telang. Ia menilai proses yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi modal penting untuk mengembangkan potensi lingkungan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi keluarga.
“Tetap semangat dan kompak dalam membudidayakan bunga telang. Jangan pernah putus asa, karena proses ini tidak akan mengkhianati hasil yang telah kita tanam,” pesannya.
Sementara itu, Mella berharap keberadaan tanaman bunga telang di RT 01 RW 16 dapat terus dilestarikan oleh seluruh warga. Menurutnya, keberlanjutan tanaman tersebut menjadi bagian penting agar kegiatan pengolahan dapat berjalan secara konsisten.
“Ia berharap warga di lingkungan RT 01 RW 16 dapat terus melestarikan bunga telang. Hasil olahan dari bunga telang merupakan konsumsi herbal yang memiliki beragam manfaat, sekaligus dapat menjadi ladang usaha di bidang ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga,” pungkas Mella.
Ke depan, budidaya bunga telang di RT 01 RW 16 diharapkan tidak hanya menjadi aktivitas warga di pekarangan rumah, tetapi berkembang menjadi kegiatan produktif berbasis lingkungan. Mulai dari penanaman, pemanenan, pengolahan hingga pemasaran dapat dilakukan secara bersama-sama sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat setempat. (Septyan)
