Probolinggo, Suaragenerasibangsa – Seragam dan atribut kepolisian yang dikenakan Polisi Cilik (Pocil) bukan sekadar simbol. Di balik kegiatan tersebut, terdapat proses pembelajaran yang diarahkan untuk membentuk anak-anak agar terbiasa hidup disiplin, bertanggung jawab dan memahami pentingnya keselamatan berlalu lintas.
Semangat itulah yang terus dibangun Polres Probolinggo melalui pembinaan terhadap personel Pocil. Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar bahkan menyempatkan diri bertemu langsung dengan para Pocil dalam suasana yang jauh dari kesan formal.
Pertemuan berlangsung di Cafe Alino dan dikemas melalui kegiatan makan siang bersama. Didampingi jajaran Satuan Lalu Lintas Polres Probolinggo, Kapolres berinteraksi dan berbincang dengan anak-anak yang menjadi bagian dari Pocil.
Kebersamaan tersebut menjadi kesempatan bagi kepolisian untuk memberikan penghargaan atas semangat yang telah ditunjukkan para Pocil selama mengikuti kegiatan pembinaan.
AKBP Asmida menilai anak-anak tersebut memiliki posisi penting dalam membantu mengenalkan budaya tertib berlalu lintas kepada lingkungan sekitarnya.
Menurutnya, edukasi mengenai keselamatan di jalan tidak harus dimulai ketika seseorang telah menjadi pengendara. Pemahaman justru dapat dibentuk jauh lebih awal melalui kebiasaan sederhana seperti disiplin, mematuhi aturan dan menghargai keselamatan orang lain.
Karena itu, pembinaan Pocil diarahkan tidak hanya pada kemampuan yang berkaitan dengan lalu lintas. Anak-anak juga didorong membangun karakter positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kapolres meminta para Pocil tetap rajin belajar dan mempertahankan kedisiplinan yang telah mereka miliki.
“Teruslah belajar, disiplin dan jadilah contoh yang baik bagi teman-teman di lingkungan masing-masing,” ujar AKBP Asmida.
Ia menegaskan, menjadi Pocil seharusnya menjadi pengalaman yang memberikan manfaat jangka panjang bagi anak-anak.
Nilai tanggung jawab yang diperoleh melalui kegiatan tersebut diharapkan terbawa ketika mereka berada di sekolah, rumah maupun lingkungan pergaulan.
Tidak kalah penting, para Pocil juga diharapkan memiliki keberanian untuk mengingatkan lingkungan sekitarnya mengenai perilaku tertib berlalu lintas.
Dengan cara tersebut, edukasi keselamatan dapat menyebar melalui anak-anak sebagai bagian dari generasi penerus.
Kapolres juga menempatkan program Pocil sebagai salah satu bentuk pendekatan kepolisian kepada masyarakat sejak usia dini.
Interaksi yang dibangun secara hangat diharapkan membuat anak-anak memiliki pandangan positif terhadap institusi kepolisian. Polisi tidak hanya hadir ketika terjadi pelanggaran atau persoalan keamanan, tetapi juga hadir untuk memberikan edukasi dan pendampingan.
Suasana makan siang bersama menjadi salah satu cara untuk membangun kedekatan tersebut.
Tanpa suasana formal, komunikasi antara Kapolres dan para Pocil dapat berlangsung lebih cair. Anak-anak pun memperoleh ruang untuk berinteraksi secara langsung dengan pimpinan kepolisian.
Bagi AKBP Asmida, perhatian terhadap generasi muda merupakan bagian dari upaya mempersiapkan sumber daya manusia yang memiliki karakter kuat.
Ia berharap pengalaman menjadi Pocil dapat menjadi salah satu proses yang membantu anak-anak tumbuh sebagai pribadi yang disiplin dan percaya diri.
“Saya berharap kegiatan Pocil dapat menjadi sarana untuk membentuk karakter anak-anak agar lebih disiplin, bertanggung jawab dan memiliki kesadaran berlalu lintas sejak dini,” katanya.
Pesan tersebut juga diarahkan agar para Pocil tidak hanya menjadi peserta kegiatan, tetapi mampu mengambil peran sebagai contoh di lingkungan masing-masing.
Kedisiplinan yang mereka pelajari diharapkan dapat terlihat melalui perilaku sehari-hari, termasuk ketika berada di jalan raya.
Kapolres pun memberikan dorongan agar para Pocil terus mengejar prestasi sekaligus mempertahankan kepedulian terhadap keselamatan.
“Jadilah generasi yang tertib, berprestasi dan mampu menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas,” tegasnya.
Jajaran Satlantas Polres Probolinggo diharapkan terus memberikan pendampingan agar pembinaan Pocil dapat berjalan secara konsisten.
Dengan pembinaan yang berkesinambungan, program tersebut tidak hanya menghasilkan anak-anak yang memahami aturan lalu lintas, tetapi juga generasi muda yang memiliki sikap disiplin, bertanggung jawab dan mampu menjadi teladan.
Pertemuan sederhana melalui makan siang bersama pun memiliki pesan yang lebih luas. Kedekatan polisi dengan anak-anak dibangun sebagai bagian dari investasi jangka panjang untuk menciptakan budaya keselamatan yang tumbuh dari generasi ke generasi.
Polres Probolinggo berharap para Pocil dapat membawa pengalaman tersebut ke lingkungan masing-masing dan menjadi bagian dari gerakan membangun kesadaran berlalu lintas sejak usia dini. (Septyan)
.jpeg)