Probolinggo, Suaragenerasibangsa – Rumpun pohon bambu di belakang rumah warga Perumahan Bogowonto, Kelurahan Kareng Lor, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, terbakar pada Selasa (15/9/2026) sore. Keberadaan api di kawasan permukiman membuat penanganan harus dilakukan dengan cepat untuk menghindari risiko meluas.
Laporan mengenai kebakaran tersebut masuk ke Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Probolinggo sekitar pukul 17.15 WIB. Petugas kemudian langsung menyiapkan armada untuk menuju titik kejadian.
Satu unit FireTruck 02 diberangkatkan pada pukul 17.17 WIB. Armada tersebut membawa personel Regu 3 yang ditugaskan melakukan pemadaman sekaligus memastikan kobaran api tidak mendekati bangunan warga.
Kasi Damkar Kota Probolinggo Dwi Arianto S.Sos., MM mengatakan, laporan kebakaran di kawasan permukiman selalu menjadi perhatian serius. Sebab, kondisi di lapangan dapat berubah cepat, terlebih ketika kebakaran terjadi pada tanaman dan terdapat hembusan angin.
“Kami langsung merespons karena lokasi kebakaran berada di lingkungan perumahan. Prinsipnya, jangan sampai api yang awalnya hanya membakar barongan berkembang dan mengenai bangunan di sekitarnya,” ujar Dwi.
Jarak lokasi dengan pos petugas sekitar empat kilometer. Armada tiba di lokasi pada pukul 17.27 WIB atau sekitar 10 menit setelah diberangkatkan.
Petugas kemudian melakukan pemadaman pada area barongan yang terbakar. Fokus utama diarahkan untuk menghentikan kobaran sekaligus mengamankan sisi sekitar lokasi agar api tidak merambat.
Cuaca saat kejadian terpantau cerah. Namun, angin yang bertiup cukup kencang menjadi salah satu kondisi yang harus diperhitungkan petugas selama proses pemadaman.
Dwi mengatakan, kondisi tersebut membuat petugas harus melakukan penanganan secara menyeluruh. Setelah api utama dikendalikan, personel tetap melakukan penyisiran pada area sekitar titik kebakaran.
“Angin kencang bisa memengaruhi arah penjalaran api. Karena itu, setelah titik utama dipadamkan, anggota tetap melakukan pengecekan di sekeliling lokasi untuk memastikan tidak ada bagian yang masih terbakar,” jelasnya.
Pemadaman turut melibatkan TRIGUS Regu 2 serta tiga personel REDKAR. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk mempercepat proses pemadaman dan membantu memastikan kondisi sekitar tetap aman.
Setelah dilakukan penanganan selama kurang lebih satu jam lebih, kobaran api berhasil dikendalikan. Pada pukul 19.00 WIB, kondisi di lokasi dinyatakan telah terkondisikan.
Petugas tidak langsung meninggalkan lokasi setelah api padam. Tahap pendinginan dilakukan pada bagian rumpun bambu dan area sekitarnya untuk mengantisipasi munculnya kembali bara api.
“Rumpun bambu memiliki banyak bagian yang bisa menyimpan bara. Karena itu, kami lakukan pendinginan dan pengecekan sampai benar-benar dipastikan aman,” kata Dwi.
Sepuluh menit setelah kondisi dinyatakan terkondisikan, yakni pukul 19.10 WIB, seluruh proses penanganan dinyatakan kondusif. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.
Dwi mengingatkan warga agar lebih memperhatikan kondisi lingkungan di sekitar rumah, terutama apabila terdapat rumpun bambu, semak atau tanaman kering yang berdekatan dengan bangunan.
“Lingkungan yang banyak material kering harus menjadi perhatian bersama. Jangan sampai ada sumber api yang dibiarkan atau aktivitas pembakaran yang tidak diawasi,” pesannya.
Ia juga meminta masyarakat segera menghubungi petugas apabila menemukan kebakaran. Menurutnya, laporan pada fase awal sangat membantu petugas untuk mengendalikan api sebelum menyebar.
“Laporkan secepatnya ketika melihat kebakaran. Tidak perlu menunggu api membesar. Kecepatan informasi dari masyarakat sangat membantu kami dalam melakukan penanganan,” tegas Dwi.
Berkat respons cepat petugas dan dukungan personel yang terlibat, kebakaran barongan di Perumahan Bogowonto berhasil ditangani. Api tidak merambat ke rumah warga dan lokasi dipastikan aman setelah seluruh tahapan pemadaman serta pendinginan selesai. (Septyan)
.jpeg)