Minggu Pagi Tak Sekadar Bersantai, Warga RT 3 RW 7 Mangunharjo Bersihkan Gorong-Gorong

Probolinggo, Suaragenerasibangsa – Waktu libur biasanya dimanfaatkan untuk beristirahat bersama keluarga. Namun, hal berbeda dilakukan warga RT 003 RW 007 Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo. Minggu (6/9/2026) pagi, warga justru berkumpul di Jalan Patimura untuk bergotong royong membersihkan gorong-gorong.

Tanpa menunggu datangnya peralatan khusus, warga langsung bergerak dengan perlengkapan sederhana yang mereka miliki. Aktivitas tersebut menjadi bentuk kepedulian masyarakat terhadap kondisi lingkungan di sekitar tempat tinggal mereka.

Gorong-gorong sepanjang kurang lebih 150 meter menjadi sasaran kerja bakti. Endapan tanah yang telah menumpuk di dalam saluran dikeluarkan secara manual oleh warga dengan menggunakan tenaga bersama.

Sejumlah warga terlihat mengambil posisi masing-masing. Ada yang bertugas mengeruk endapan, menjangkau bagian saluran yang sulit dibersihkan, mengangkat material, hingga mengangkut hasil pengerukan ke lokasi yang telah ditentukan.

Cangkul dan sekop menjadi alat utama untuk mengeluarkan sedimen. Sementara bambu panjang digunakan untuk membantu membersihkan bagian dalam gorong-gorong yang sulit dijangkau.

Untuk memindahkan endapan yang telah dikeluarkan dari saluran, warga memanfaatkan argo. Cara sederhana tersebut membuat proses pembersihan dapat berlangsung lebih teratur sekaligus menjaga material hasil pengerukan tidak berserakan di badan jalan.

Ketua RT 003 RW 007 Kelurahan Mangunharjo, Imam Kusdiono, mengatakan kerja bakti merupakan inisiatif warga yang ingin menjaga lingkungan tetap terawat. Ia menyebut pelaksanaan kegiatan dilakukan secara spontan melalui pembagian pekerjaan di lapangan.

“Begitu warga berkumpul, kami langsung menentukan bagian yang harus dikerjakan. Ada yang membersihkan saluran, ada yang mengeruk endapan, dan ada yang mengangkut tanah yang sudah dikeluarkan,” kata Imam.

Ia menjelaskan, proses pembersihan dimulai dari bagian gorong-gorong yang memiliki endapan cukup banyak. Warga menggunakan cangkul dan sekop untuk mengangkat tanah yang menumpuk di dasar saluran.

Imam menuturkan, tidak semua bagian gorong-gorong mudah dijangkau. Karena itu, warga memanfaatkan bambu panjang untuk membantu mengurai dan menarik material yang berada lebih jauh di dalam saluran.

“Bambu panjang kami gunakan untuk menjangkau bagian yang sulit. Setelah material bisa dikeluarkan, warga lain langsung membantu mengangkatnya agar pekerjaan tidak terhenti,” jelasnya.

Menurut Imam, sistem kerja secara bergantian membuat warga tidak terlalu terbebani. Setiap orang dapat membantu sesuai kemampuan masing-masing sehingga pekerjaan sepanjang 150 meter tersebut bisa dilakukan bersama-sama.

Ia menyampaikan bahwa penggunaan peralatan seadanya justru memperlihatkan kuatnya semangat gotong royong warga. Menurutnya, inti kegiatan bukan pada kelengkapan alat, tetapi pada kemauan masyarakat untuk menjaga lingkungan.

“Peralatannya sederhana, tetapi semangat warganya luar biasa. Yang kami utamakan adalah bagaimana saluran ini bisa kembali bersih dan warga semakin peduli terhadap lingkungannya,” ujarnya.

Imam berharap warga tidak berhenti setelah gorong-gorong selesai dibersihkan. Ia menginginkan adanya perhatian bersama terhadap kondisi saluran sehingga kebersihannya dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

Dukungan terhadap gerakan warga tersebut disampaikan Lurah Mangunharjo, Ikromi Wida Utama. Ia menilai masyarakat telah menunjukkan contoh positif dengan mengambil inisiatif menjaga fasilitas lingkungan secara mandiri.

Ikromi menyebut keterlibatan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam menjaga kebersihan wilayah. Menurutnya, pemerintah kelurahan akan lebih mudah menjalankan berbagai upaya lingkungan apabila masyarakat ikut berperan aktif.

“Ini merupakan langkah yang sangat baik. Warga menunjukkan kepedulian secara langsung dan tidak hanya mengandalkan pemerintah dalam persoalan kebersihan lingkungan,” ungkap Ikromi.

Ia juga melihat kerja bakti memiliki manfaat lain berupa penguatan hubungan sosial. Warga yang berkumpul dan bekerja bersama dapat membangun komunikasi sekaligus meningkatkan rasa memiliki terhadap lingkungan tempat tinggal.

Ikromi berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkala. Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan kebersihan lingkungan sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari, bukan hanya dilakukan ketika saluran sudah mengalami penumpukan.

“Kalau kepedulian ini dilakukan secara rutin, lingkungan akan lebih mudah dijaga. Kami tentu sangat mendukung setiap kegiatan masyarakat yang memberikan manfaat bagi kepentingan bersama,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris BPBD Kota Probolinggo, Dedy Ristantama, melihat kegiatan warga Mangunharjo dari sisi yang lebih luas. Menurutnya, pemeliharaan gorong-gorong juga berkaitan dengan upaya masyarakat melakukan pencegahan terhadap potensi gangguan lingkungan.

Dedy mengatakan, saluran yang terawat membutuhkan perhatian secara berkala. Karena itu, kesadaran masyarakat untuk membersihkan endapan menjadi bagian dari tindakan preventif yang patut diapresiasi.

“Pembersihan saluran seperti ini merupakan langkah sederhana yang mempunyai nilai pencegahan. Masyarakat ikut memastikan lingkungan mereka tetap terawat melalui tindakan langsung,” kata Dedy.

Ia menambahkan, gerakan warga tersebut memiliki semangat yang sejalan dengan Gotku Resik di BPBD Kota Probolinggo. Menurutnya, program tersebut juga mendorong tumbuhnya kepedulian masyarakat terhadap kebersihan dan kondisi lingkungan.

“Gotku Resik mengajak masyarakat untuk memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan bergerak bersama. Kegiatan warga di Mangunharjo ini sejalan dengan semangat tersebut karena dilakukan secara mandiri dan gotong royong,” ujarnya.

Dedy berharap budaya kerja bakti dapat terus hidup di tengah masyarakat. Ia menilai keterlibatan warga sejak tahap pencegahan jauh lebih baik dibandingkan menunggu munculnya persoalan di kemudian hari.

“Kami mengapresiasi apa yang dilakukan warga. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa menjadi contoh bagi lingkungan lainnya untuk melakukan pemeliharaan secara rutin,” tambahnya.

Usai pembersihan dilakukan, warga kembali memastikan bagian sekitar gorong-gorong dalam kondisi rapi. Sedimen yang berhasil dikeluarkan diangkut menggunakan argo sehingga tidak mengganggu aktivitas masyarakat yang melintas di Jalan Patimura.

Kerja bakti tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari lingkungan terkecil. Tidak diperlukan fasilitas yang serba lengkap ketika masyarakat memiliki kesadaran dan kemauan untuk bekerja bersama.

Bagi warga RT 003 RW 007 Mangunharjo, membersihkan gorong-gorong sepanjang 150 meter bukan sekadar pekerjaan fisik. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi cara mempertahankan tradisi gotong royong, memperkuat kepedulian sosial, dan membangun kebiasaan menjaga lingkungan secara bersama-sama. (Septyan)

Posting Komentar

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama

Terkini

Terkini Lainnya