Bhabinkamtibmas memiliki posisi yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Personel berinteraksi langsung dengan warga sekaligus mengikuti perkembangan berbagai situasi yang muncul di lingkungan desa maupun kelurahan.
Kedekatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan informasi tanpa harus menunggu terjadinya gangguan keamanan. Aspirasi, keluhan maupun persoalan yang ditemukan warga dapat dikomunikasikan kepada petugas untuk kemudian ditindaklanjuti sesuai kebutuhan.
Dalam pola kerja tersebut, kegiatan sambang menjadi salah satu sarana membangun komunikasi. Pertemuan dengan masyarakat dilakukan untuk menciptakan hubungan yang lebih terbuka antara polisi dan warga.
Bhabinkamtibmas juga membawa pesan agar masyarakat ikut menjaga keamanan di lingkungan masing-masing. Kepedulian warga terhadap kondisi sekitar dinilai menjadi bagian penting dalam upaya mencegah munculnya berbagai gangguan kamtibmas.
Selain menyampaikan imbauan, personel juga dituntut mampu mendengarkan informasi dari masyarakat. Dengan demikian, komunikasi yang dibangun tidak berjalan satu arah, melainkan memberikan ruang bagi warga untuk menyampaikan kondisi yang mereka hadapi.
Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar mengatakan, Bhabinkamtibmas harus mampu membangun kedekatan dengan masyarakat di wilayah tugasnya.
“Bhabinkamtibmas harus hadir dan dekat dengan masyarakat. Bangun komunikasi yang baik, dengarkan setiap informasi dan keluhan warga, serta bersama-sama mencari solusi atas setiap permasalahan yang ada,” ujarnya.
Menurutnya, masyarakat merupakan bagian penting dalam membantu kepolisian menjaga keamanan. Warga berada langsung di lingkungan tempat berbagai aktivitas berlangsung sehingga memiliki peran dalam mengenali kondisi di sekitarnya.
Karena itu, masyarakat diharapkan tidak ragu menyampaikan informasi kepada Bhabinkamtibmas. Setiap informasi yang berkaitan dengan keamanan dapat menjadi bahan bagi petugas untuk menentukan langkah yang diperlukan.
Kehadiran Bhabinkamtibmas juga memberikan akses komunikasi yang lebih dekat. Warga memiliki personel yang dapat dihubungi ketika membutuhkan bantuan maupun ketika menemukan situasi yang membutuhkan perhatian kepolisian.
Pendekatan semacam ini diharapkan dapat memperkuat pencegahan. Persoalan yang diketahui lebih awal dapat segera dikomunikasikan sehingga penanganannya dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Kapolres menilai, tugas menjaga keamanan tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada aparat. Dibutuhkan keterlibatan masyarakat agar kondisi lingkungan tetap aman dan tertib.
“Polri tidak bisa bekerja sendiri. Partisipasi dan kepedulian masyarakat sangat dibutuhkan dalam menjaga keamanan di lingkungan masing-masing,” pungkas Kapolres.
Keterlibatan tersebut dapat dimulai dari hal sederhana, seperti memperhatikan situasi lingkungan, menjaga hubungan baik antarmasyarakat dan segera melapor ketika menemukan sesuatu yang berpotensi menimbulkan gangguan.
Bhabinkamtibmas kemudian menjadi salah satu penghubung dalam proses komunikasi tersebut. Informasi yang disampaikan warga dapat diterima langsung oleh personel yang berada di wilayah binaan.
Selain persoalan kamtibmas, komunikasi dengan masyarakat juga memungkinkan Bhabinkamtibmas mengetahui berbagai dinamika sosial yang berkembang. Jika membutuhkan koordinasi dengan pihak lain, persoalan tersebut dapat diteruskan melalui jalur yang sesuai.
Polres Probolinggo mendorong agar keberadaan Bhabinkamtibmas benar-benar dimanfaatkan sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat. Personel diharapkan aktif turun ke lapangan dan tidak hanya menunggu adanya laporan.
Interaksi langsung dengan warga menjadi kesempatan untuk membangun hubungan yang berkelanjutan. Dalam suasana komunikasi yang lebih terbuka, masyarakat dapat menyampaikan informasi sekaligus menerima pesan mengenai pentingnya menjaga ketertiban.
Kehadiran polisi di tingkat desa dan kelurahan juga memberikan gambaran mengenai pentingnya pendekatan berbasis wilayah. Setiap perkembangan di lingkungan dapat diketahui melalui komunikasi dengan masyarakat yang berada langsung di lokasi.
Pola tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya membangun pelayanan kepolisian yang responsif. Ketika informasi diterima lebih cepat, proses koordinasi dapat dilakukan sesuai dengan persoalan yang muncul.
Di sisi lain, komunikasi yang rutin juga menjadi bagian dari upaya membangun hubungan kemitraan. Polisi dan masyarakat memiliki ruang untuk saling bertukar informasi mengenai kondisi lingkungan.
Sinergi tersebut tidak hanya dibutuhkan ketika terjadi gangguan keamanan. Justru melalui komunikasi yang dilakukan sebelum muncul persoalan, masyarakat dan kepolisian dapat bersama-sama menjaga kondisi wilayah tetap kondusif.
Polres Probolinggo terus mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas agar fungsi tersebut berjalan secara maksimal. Kehadiran personel di tengah warga diarahkan untuk mendukung pelayanan sekaligus memperkuat komunikasi di tingkat paling dekat dengan masyarakat.
Dengan pendekatan tersebut, Bhabinkamtibmas diharapkan mampu menjadi penghubung yang aktif antara kepolisian dan masyarakat. Informasi dari warga, pesan kamtibmas dari polisi serta koordinasi dengan pihak terkait dapat berjalan dalam satu jalur komunikasi.
Penguatan peran tersebut menjadi bagian dari komitmen Polres Probolinggo menghadirkan pelayanan yang lebih dekat, responsif dan humanis. Pada akhirnya, keamanan lingkungan dibangun melalui kerja bersama antara kepolisian dan masyarakat yang saling berkomunikasi serta peduli terhadap kondisi wilayahnya. (Septyan)
