Kegiatan tahunan tersebut berlangsung dalam suasana khidmat sekaligus meriah. Sejumlah ulama, tokoh masyarakat, serta warga turut hadir dalam agenda yang menjadi bagian dari tradisi keagamaan masyarakat Desa Asem Raja tersebut.
Berbagai kegiatan bernuansa religi disiapkan dalam rangkaian haul. Pembacaan Sholawat Nabi dan Surat Yasin menjadi salah satu agenda yang mengawali kegiatan.
Rangkaian tersebut kemudian dilanjutkan dengan ceramah pembuka yang disampaikan Ustadz Ikhsan. Pesan-pesan keagamaan yang disampaikan menjadi bagian dari penguatan nilai spiritual bagi para jemaah yang hadir.
Antusiasme masyarakat semakin terlihat ketika memasuki agenda puncak haul. Kegiatan utama digelar pada Kamis siang mulai pukul 13.00 WIB di kawasan makam Bhujuk Lama.
Pada momen tersebut, jemaah mengikuti prosesi haul, doa bersama, serta tausiyah agama. Tausiyah pada puncak acara disampaikan KH. H. Holil Yasin dari Kokop, Kabupaten Bangkalan.
Rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang sosok Bhujuk Lama, tetapi juga menjadi ruang berkumpulnya masyarakat dalam suasana keagamaan.
Ketua Panitia Haul Akbar Bhujuk Lama ke-4, Ust. Muarrof, mengatakan kegiatan tersebut memiliki makna penting bagi masyarakat. Menurutnya, haul menjadi bentuk penghormatan terhadap jasa leluhur sekaligus Waliyullah Bhujuk Lama.
“Selain sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa leluhur dan Waliyullah Bhujuk Lama, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi antarmasyarakat,” ujar Ust. Muarrof.
Menurutnya, keberadaan haul setiap tahun diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial. Lebih jauh, momentum tersebut diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap kehidupan keagamaan masyarakat.
“Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan keimanan serta rasa cinta umat kepada Nabi Muhammad SAW melalui lantunan sholawat,” lanjutnya.
Rangkaian pembacaan sholawat, doa bersama hingga tausiyah menjadi sarana bagi masyarakat untuk memperkuat nilai-nilai keislaman sekaligus mempererat hubungan antarsesama.
Kehadiran jemaah dari berbagai daerah juga menunjukkan bahwa tradisi haul tersebut memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Makam Bhujuk Lama menjadi titik berkumpulnya warga untuk mengikuti kegiatan keagamaan dalam suasana penuh kebersamaan.
Bagi masyarakat Desa Asem Raja, penyelenggaraan haul bukan hanya agenda tahunan. Tradisi tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga warisan keagamaan yang telah berkembang di tengah masyarakat.
Sejumlah warga berharap kegiatan serupa dapat terus berlangsung dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Pelestarian tradisi dinilai penting agar nilai keteladanan dan pesan kebaikan dari para ulama terdahulu tetap dikenal masyarakat.
“Saya berharap tradisi peringatan haul seperti ini dapat terus dilestarikan, agar nilai-nilai kebaikan dan keteladanan ulama terdahulu tetap terjaga hingga generasi mendatang,” ungkap salah seorang warga.
Selain memperkuat kehidupan religius, kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum silaturahmi bagi masyarakat yang datang dari berbagai wilayah.
Selama dua hari pelaksanaan, suasana kebersamaan terlihat dari keterlibatan masyarakat dalam mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Para jemaah mengikuti acara dengan tertib hingga seluruh agenda keagamaan selesai dilaksanakan.
Haul Akbar Bhujuk Lama ke-4 akhirnya menjadi momentum bersama untuk mengenang jasa leluhur, memperkuat silaturahmi, serta menumbuhkan kembali semangat keagamaan masyarakat.
Dengan antusiasme yang terus terjaga, masyarakat Desa Asem Raja berharap tradisi tersebut dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang dan menjadi bagian dari warisan religi yang tetap hidup di tengah perkembangan zaman. (Septyan)
