Korban diketahui sebelumnya terlibat dalam upaya membantu proses evakuasi sebuah perahu nelayan yang tenggelam di kawasan perairan Kalibuntu. Dalam proses tersebut, korban kemudian dilaporkan hilang dan tidak kembali ke permukaan.
Peristiwa itu memicu operasi pencarian yang melibatkan Satpolairud Polres Probolinggo bersama unsur SAR gabungan. Selama beberapa hari, petugas melakukan penyisiran wilayah perairan, pemantauan secara visual, penyelaman hingga menggunakan jaring untuk memperluas upaya pencarian.
Titik terang muncul pada hari kelima pencarian. Sekitar pukul 11.30 WIB, seorang pemancing melaporkan melihat benda menyerupai tubuh manusia yang mengenakan pakaian penyelam mengapung di sekitar perairan Desa Binor.
Informasi tersebut segera ditindaklanjuti petugas. Personel Satpolairud Polres Probolinggo bersama tim SAR bergerak menuju lokasi yang dilaporkan.
Sekitar pukul 12.00 WIB, tim berhasil menemukan korban. Jenazah kemudian dievakuasi dari perairan untuk selanjutnya dibawa menuju Dermaga Pelabuhan Tanjung Tembaga, Kota Probolinggo.
Setibanya di dermaga sekitar pukul 15.30 WIB, jenazah langsung dibawa ke RSUD Dr. Mohammad Saleh untuk menjalani pemeriksaan serta proses identifikasi.
Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam operasi pencarian. Menurutnya, proses tersebut dapat berjalan hingga korban ditemukan berkat kerja sama berbagai unsur, termasuk personel SAR, relawan dan masyarakat.
“Sejak awal kejadian, Polri bersama seluruh unsur SAR telah melakukan pencarian secara maksimal. Kami bersyukur korban akhirnya berhasil ditemukan dan dievakuasi,” ujar AKBP Asmida Rizki Siregar.
Ia menilai keterlibatan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam membantu proses pencarian. Informasi dari seorang pemancing yang melihat keberadaan korban menjadi petunjuk penting bagi tim di lapangan.
“Terima kasih kepada seluruh personel SAR, relawan dan masyarakat yang telah membantu. Sinergi dan kepedulian semua pihak sangat berarti dalam penanganan kejadian ini,” katanya.
Dari pemeriksaan awal oleh dokter, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Pihak keluarga juga telah menerima kondisi tersebut dan menyatakan tidak menghendaki pelaksanaan visum maupun autopsi.
Keputusan keluarga itu kemudian dituangkan dalam surat pernyataan.
Atas kejadian tersebut, Kapolres Probolinggo kembali mengingatkan masyarakat yang melakukan aktivitas di laut agar tidak mengabaikan aspek keselamatan. Menurutnya, kondisi cuaca dan gelombang harus menjadi pertimbangan sebelum memutuskan melakukan aktivitas di perairan.
“Gunakan perlengkapan keselamatan yang memadai, perhatikan cuaca dan kondisi gelombang. Jangan memaksakan diri beraktivitas jika kondisi laut tidak memungkinkan,” tegasnya.
Polres Probolinggo memastikan seluruh rangkaian penanganan kejadian telah dilaksanakan sesuai prosedur, mulai dari operasi pencarian, penemuan dan evakuasi, pemeriksaan jenazah hingga proses penyerahan kepada pihak keluarga.
(Septyan)
