Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian membangun kecakapan generasi muda dalam menghadapi perubahan teknologi digital yang berlangsung cepat.
Pemilihan kalangan pelajar sebagai sasaran sosialisasi bukan tanpa alasan. Generasi muda dinilai perlu memiliki pemahaman yang memadai agar perkembangan kecerdasan buatan tidak hanya diikuti dari sisi penggunaannya, tetapi juga dipahami dampak dan tanggung jawab di balik pemanfaatannya.
AI saat ini telah berkembang menjadi teknologi yang dapat membantu berbagai aktivitas manusia. Dalam lingkungan pendidikan, kehadirannya dapat dimanfaatkan untuk menunjang proses mencari informasi, mengembangkan gagasan hingga membantu memahami berbagai materi.
Meski menawarkan kemudahan, penggunaan AI tetap membutuhkan kecermatan. Pelajar perlu memahami bahwa teknologi bukan pengganti proses berpikir, melainkan alat yang harus dimanfaatkan secara proporsional.
Pesan tersebut menjadi bagian dari edukasi yang dibawa Polres Probolinggo Kota melalui Program Paham AI. Para siswa diarahkan untuk membangun kebiasaan menggunakan teknologi dengan pertimbangan, bukan sekadar mengikuti perkembangan yang sedang populer.
Dalam pelaksanaan kegiatan, Polres Probolinggo Kota diwakili Ipda Budiman, S.H., M.H., selaku Pama Polres Probolinggo Kota. Sejumlah personel juga hadir memberikan dukungan terhadap jalannya kegiatan.
Mereka terdiri atas Aiptu Eko Juli Avianto, S.E., Aipda Kharisma Hadi S., S.H., Briptu Fauzan selaku Ba Bag SDM, serta Bripda Ilham selaku Ba Bag SDM.
Dari pihak SMAN 4 Probolinggo, kegiatan dihadiri Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan. Kolaborasi tersebut menunjukkan pentingnya peran lingkungan pendidikan dalam membangun pemahaman teknologi di kalangan siswa.
Bagi pelajar, kemampuan menggunakan AI secara tepat juga berkaitan dengan kemampuan memilah informasi. Setiap jawaban atau informasi yang dihasilkan teknologi tetap perlu diverifikasi agar tidak menimbulkan kesalahan pemahaman.
Kecakapan tersebut menjadi semakin penting di tengah derasnya arus informasi digital. Kemampuan berpikir kritis diperlukan agar pelajar tidak mudah menerima informasi secara mentah.
Selain persoalan informasi, aspek etika juga menjadi perhatian. Penggunaan teknologi harus tetap memperhatikan kepentingan orang lain, menjaga tanggung jawab, dan tidak digunakan untuk tindakan yang dapat menimbulkan dampak negatif.
Polres Probolinggo Kota melalui kegiatan ini turut mendorong pelajar agar memandang teknologi dari sisi peluang. AI dapat digunakan sebagai sarana belajar dan mengembangkan kreativitas selama tetap disertai kemampuan berpikir serta tanggung jawab.
Edukasi semacam ini juga diharapkan mampu memperkuat hubungan antara kepolisian dan lingkungan pendidikan. Pendekatan melalui literasi teknologi menjadi salah satu cara untuk memberikan pemahaman kepada pelajar mengenai tantangan yang muncul di era digital.
Para siswa diharapkan mampu membawa pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan tersebut ke lingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari. Pemanfaatan teknologi secara positif diharapkan dapat mendukung peningkatan pengetahuan dan kreativitas mereka.
Program Paham AI di SMAN 4 Kota Probolinggo menjadi salah satu langkah Polres Probolinggo Kota dalam memperkenalkan pentingnya kecakapan teknologi kepada generasi muda.
Ke depan, edukasi mengenai AI diharapkan dapat terus diperluas ke sekolah-sekolah lainnya di wilayah hukum Polres Probolinggo Kota. Dengan begitu, semakin banyak pelajar memiliki bekal untuk menghadapi perubahan teknologi secara cerdas, kritis, kreatif, dan bertanggung jawab. (Septyan)
