Dari Lapangan Pasar Sapi, Jrebeng Kidul Hidupkan Budaya dan Kreativitas Warga Sambut HUT RI ke-81


Probolinggo, Suaragenerasibangsa – Suasana berbeda terlihat di Lapangan Pasar Sapi, Kelurahan Jrebeng Kidul, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, Minggu (23/8/2026) pagi. Semarak peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 diwarnai gelaran Jrebeng Kidul Festival yang menggabungkan pawai budaya, pertunjukan seni, kreativitas warga hingga pengenalan produk UMKM.

Festival yang diprakarsai Pokmas Karang Emas Kelurahan Jrebeng Kidul tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk merayakan kemerdekaan sekaligus menunjukkan berbagai potensi lokal yang dimiliki wilayah setempat.

Mengusung tema “Bersama Jrebeng Kidul, Lestarikan Budaya, Wujudkan Probolinggo Bersolek”, kegiatan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga dari berbagai lingkungan turut memadati lokasi kegiatan dan jalur yang menjadi lintasan parade.

Kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara masyarakat dengan pemerintah. Unsur kelurahan, kecamatan, organisasi kemasyarakatan, pemuda hingga aparat keamanan ikut mendukung kelancaran acara.

Hadir dalam kegiatan itu Asisten Pemerintahan dan Pembangunan Kota Probolinggo Ir. Aries Santoso, M.M., Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Muhammad Abas, Camat Wonoasih Eko Candra Wirawan, S.STP., M.M., serta Sekretaris Camat Wonoasih Muhammad Avicinna Dipayana, S.SOS., M.S.A.

Turut hadir para lurah se-Kecamatan Wonoasih, Ketua PKK se-Kecamatan Wonoasih, Bhabinkamtibmas Kelurahan Jrebeng Kidul, Babinsa Jrebeng Kidul, Ketua LPM, LKK, Pokmas serta unsur masyarakat lainnya.

Sejak pagi, kawasan Lapangan Pasar Sapi mulai dipenuhi aktivitas warga. Sejumlah stan bazar UMKM disiapkan untuk memperkenalkan produk masyarakat sekaligus menambah daya tarik dalam pelaksanaan festival.

Asisten Pemerintahan dan Pembangunan Kota Probolinggo Aries Santoso mengawali kehadirannya dengan meninjau langsung stan bazar UMKM. Ia melihat produk yang ditampilkan sekaligus berinteraksi dengan masyarakat yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Peninjauan stan UMKM menjadi bagian awal sebelum kegiatan utama dimulai. Kehadiran bazar diharapkan mampu memberikan ruang promosi bagi pelaku usaha sekaligus memperlihatkan potensi ekonomi yang tumbuh dari masyarakat Kelurahan Jrebeng Kidul.

Suasana kemudian berubah semakin meriah ketika penampilan tarian penyambutan dimulai. Para tamu undangan disambut dengan pertunjukan seni yang dipadukan dengan iringan musical drumband.

Penampilan tersebut mendapat perhatian masyarakat yang berada di sekitar lokasi. Iringan musik dan gerak tari menjadi pembuka sebelum seluruh rangkaian parade budaya dimulai.

Setelah memberikan sambutan, Aries Santoso bersama Kepala Dispopar, Camat Wonoasih, Lurah Jrebeng Kidul dan sejumlah tamu undangan kemudian melakukan pelepasan puluhan burung merpati.

Pelepasan burung merpati menjadi simbol dimulainya Jrebeng Kidul Festival. Setelah prosesi tersebut, peserta mulai bergerak dari kawasan Pasar Sapi menuju titik finish di depan rumah Ketua RW 01 Jrebeng Kidul.

Sepanjang rute parade, masyarakat tampak antusias menyaksikan penampilan yang disuguhkan. Alunan musik dug-dug Kalimosodo terdengar mengiringi perjalanan peserta, disusul parade sound system yang membuat suasana semakin semarak.

Atraksi seni kolosal juga menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian warga. Peserta menampilkan berbagai kreativitas melalui kostum, gerakan, musik dan konsep pertunjukan yang telah dipersiapkan.

Bagi masyarakat, festival tersebut bukan hanya menjadi hiburan dalam rangka memperingati kemerdekaan. Kegiatan juga menjadi kesempatan untuk menampilkan kreativitas warga sekaligus memperkuat rasa kebersamaan antarlingkungan.

Asisten Pemerintahan dan Pembangunan Kota Probolinggo Ir. Aries Santoso, M.M., menyampaikan apresiasi kepada Pokmas Karang Emas dan masyarakat Jrebeng Kidul yang telah berinisiatif menyelenggarakan festival tersebut.

Aries menilai kegiatan budaya berbasis masyarakat seperti Jrebeng Kidul Festival memiliki nilai positif karena mampu menggerakkan berbagai potensi yang ada di tingkat kelurahan.

“Saya sangat mengapresiasi Pokmas Karang Emas Kelurahan Jrebeng Kidul atas terselenggaranya festival ini. Kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa masyarakat mempunyai kreativitas dan semangat untuk membangun wilayahnya,” ujar Aries.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda peringatan HUT RI. Menurutnya, festival dapat dijadikan kegiatan rutin minimal satu kali dalam setahun untuk menjaga keberlanjutan kreativitas masyarakat.

“Kalau bisa, tidak hanya setahun sekali. Apabila potensi dan kemampuan masyarakat memungkinkan, kegiatan seperti ini bisa dikembangkan menjadi empat kali dalam setahun,” katanya.

Menurut Aries, semakin sering ruang kreativitas dibuka, semakin besar pula kesempatan bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi budaya, UMKM dan berbagai potensi lokal lainnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara masyarakat dengan pemerintah. Kreativitas warga diharapkan berjalan beriringan dengan dukungan pemerintah kelurahan maupun kecamatan sehingga dapat dikembangkan secara lebih terarah.

“Pemerintah harus bersinergi dengan masyarakat. Kreativitas yang sudah tumbuh ini harus didukung dan dikembangkan bersama, baik melalui kelurahan maupun kecamatan,” jelas Aries.

Aries menilai masih banyak potensi masyarakat Jrebeng Kidul yang belum sepenuhnya muncul ke permukaan. Menurutnya, kegiatan budaya dan pengembangan produk lokal dapat menjadi pintu masuk untuk menggali potensi tersebut.

“Kita yakin masyarakat memiliki banyak potensi yang tersembunyi. Pemerintah harus membantu menggali potensi itu, baik melalui kegiatan budaya maupun produk-produk lokal UMKM,” imbuhnya.

Sementara itu, Lurah Jrebeng Kidul Muhammad Gozhali, S.H., M.M., menyampaikan bahwa Jrebeng Kidul Festival merupakan kegiatan yang digelar Pemerintah Kelurahan Jrebeng Kidul melalui Pokmas Karang Emas dalam rangka menyambut HUT RI ke-81.

Menurutnya, kegiatan tersebut mendapatkan respons positif dari masyarakat. Keterlibatan warga terlihat dari keikutsertaan unsur RT, RW hingga pemuda yang bersama-sama mempersiapkan berbagai penampilan.

“Animo masyarakat sangat tinggi. RT, RW dan pemuda ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Kami melihat semangat kebersamaan masyarakat sangat luar biasa,” ujar Gozhali.

Gozhali menjelaskan, pelaksanaan kegiatan didukung pembiayaan yang bersumber dari Dana Kelurahan (Dakel) Tahun 2026 serta partisipasi masyarakat Jrebeng Kidul.

Menurutnya, dukungan masyarakat menjadi bagian penting dalam keberhasilan pelaksanaan festival. Kebersamaan tersebut menunjukkan adanya kepedulian warga terhadap kegiatan sosial dan budaya di lingkungan kelurahan.

“Kami berharap ke depan kegiatan ini bisa terus dilaksanakan. Semoga antusiasme masyarakat semakin besar dan festival di tahun-tahun mendatang dapat berlangsung lebih meriah lagi,” harapnya.

Dalam pelaksanaan festival, penampilan peserta juga dinilai oleh juri yang telah ditunjuk panitia. Penilaian dilakukan untuk memberikan apresiasi terhadap kreativitas serta kualitas penampilan yang disuguhkan.

Sejumlah aspek menjadi dasar penilaian, meliputi kreativitas, kostum, penampilan dan kekompakan. Seluruh peserta berupaya memberikan penampilan terbaik di hadapan masyarakat dan dewan juri.

Juri yang dipercaya dalam Jrebeng Kidul Festival adalah Muhammad Avicinna Dipayana dari Kantor Kecamatan Wonoasih. Penilaian dilakukan selama peserta menampilkan atraksi dalam rangkaian parade.

Kemeriahan festival menjadi gambaran kuatnya partisipasi masyarakat dalam menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-81. Dari seni, budaya hingga UMKM, berbagai potensi masyarakat mendapatkan ruang untuk ditampilkan.

Melalui kegiatan tersebut, Pokmas Karang Emas bersama Pemerintah Kelurahan Jrebeng Kidul berharap tradisi gotong royong dan kreativitas warga dapat terus tumbuh. Jrebeng Kidul Festival pun diharapkan menjadi embrio kegiatan budaya dan ekonomi kreatif yang berkelanjutan di wilayah Kecamatan Wonoasih. (Septyan)

Posting Komentar

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama

Terkini

Terkini Lainnya