Lumajang, Suaragenerasibangsa – Pencak Organisasi (PO) genap berusia 99 tahun pada 27 Agustus 2026. Momentum hampir satu abad tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan PO bukan hanya tentang seni bela diri, tetapi juga tentang perjuangan, persaudaraan, kesehatan, serta pembentukan karakter generasi muda.
Peringatan Milad ke-99 Pencak Organisasi berlangsung di GOR Wirabhakti Lumajang, Kamis (27/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus meneguhkan komitmen untuk menjaga warisan yang telah dirintis sejak 27 Agustus 1927 di Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang.
Pencak Organisasi didirikan oleh Mayor Jenderal Raden Imam Soedja'i. Sejarah mencatat, kelahiran PO tidak terlepas dari semangat perjuangan pada masa penjajahan. Organisasi tersebut kemudian berkembang dan menjadi bagian dari dinamika perjuangan masyarakat Lumajang.
Kini, setelah hampir satu abad, PO terus berkembang dengan keberadaan cabang di berbagai daerah di Indonesia. Nilai perjuangan yang diwariskan pendiri menjadi bagian penting dalam perjalanan organisasi dari generasi ke generasi.
Rangkaian kegiatan Milad ke-99 diawali dengan ziarah ke makam pendiri PO, Mayjen Imam Soedja'i, di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Bangsa. Ziarah menjadi bentuk penghormatan terhadap jasa pendiri sekaligus sarana untuk mengingat kembali sejarah panjang organisasi.
Setelah itu, kegiatan dilanjutkan di GOR Wirabhakti Lumajang. Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Suasana kemudian semakin semarak dengan penampilan tari Nyala Nyawa yang dibawakan Sanggar Tari Abhi Praswara Tempeh. Pertunjukan tersebut mengangkat cerita sejarah perjalanan Topeng Kali Wungu dan menjadi bagian dari upaya mempertemukan nilai seni, budaya dan sejarah dalam rangkaian peringatan Milad PO.
Sekretaris Jenderal Dewan Perwakilan Pusat (DPP) Pencak Organisasi, H. Bukasan, S.Pd., M.M., yang mewakili Ketua Umum DPP terpilih Arif Wibowo, menegaskan bahwa kepengurusan DPP hasil Musyawarah Nasional telah menyelesaikan proses organisasi.
“Secara hukum kepengurusan DPP Pencak Organisasi sudah sah karena Munas selesai,” kata Bukasan.
Menurutnya, setelah proses Munas selesai, pekerjaan berikutnya berada di tangan seluruh jajaran pengurus. Organisasi harus mampu menjalankan program secara lebih baik dan menghadirkan manfaat bagi anggota maupun masyarakat.
“Selama empat tahun perjalanan Pencak Organisasi ke depan menjadi tanggung jawab kita. Manusia sehat bicara ide dan gagasan akan datang. Kita harus bercita-cita tinggi,” ujarnya.
Bukasan juga mengingatkan bahwa satu tahun ke depan akan menjadi momentum bersejarah bagi PO. Pada 27 Agustus 2027, Pencak Organisasi akan genap berusia 100 tahun.
Karena itu, ia mendorong agar peringatan satu abad PO disiapkan dengan konsep yang lebih besar dan memiliki nilai sejarah.
“Tahun akan datang Pencak Organisasi genap berusia satu abad. Untuk kegiatan nanti harus lebih besar dan megah dari kegiatan sekarang,” tegasnya.
Salah satu gagasan yang disampaikan adalah menggelar tari kolosal Pencak Organisasi dengan melibatkan sekitar 500 anggota.
Selain itu, setiap tanggal 27 Agustus diharapkan dapat menjadi momentum untuk menggelar renungan dan doa bersama bagi pendiri PO, Mayjen Imam Soedja'i.
Bukasan juga menekankan pentingnya seluruh pengurus menjaga Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi dengan sebaik-baiknya.
“Setiap tanggal 27 Agustus akan ada renungan dan doa bersama kepada pendiri PO, Mayjen Imam Soedja'i. Kita juga harus menjaga AD/ART organisasi dengan sebaik-baiknya,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPP Dewan Pendekar Pencak Organisasi, Rohani, melantik dan mengambil sumpah pengurus DPP Pencak Organisasi periode 2026–2030.
Kepengurusan tersebut diisi Arif Wibowo sebagai Ketua Umum, H. Bukasan, S.Pd., M.M. sebagai Sekretaris Jenderal dan Eka Tri Otavia sebagai Bendahara.
Pelantikan tersebut menjadi awal bagi kepengurusan baru untuk menjalankan amanah organisasi selama empat tahun ke depan. Tantangan yang dihadapi tidak hanya mempertahankan eksistensi PO, tetapi juga memastikan nilai-nilai pencak silat tetap relevan bagi generasi muda.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembukaan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Pencak Organisasi Tahun 2026.
Kejurprov tersebut dijadwalkan berlangsung di GOR Wirabhakti Lumajang pada 28 hingga 30 Agustus 2026. Ajang ini menjadi ruang bagi para pesilat untuk menunjukkan kemampuan sekaligus menjadi bagian dari pembinaan prestasi.
Memasuki usia 99 tahun, perjalanan Pencak Organisasi menunjukkan bahwa sebuah organisasi dapat bertahan panjang ketika sejarah tidak sekadar dikenang, tetapi diteruskan melalui kerja nyata.
Dari Tempeh pada 1927 hingga memasuki era satu abad pada 2027, PO membawa pesan bahwa pencak silat bukan hanya tentang kemampuan bertanding. Di dalamnya terdapat disiplin, keberanian, persaudaraan, kesehatan dan tanggung jawab.
Menuju satu abad, tantangan terbesar PO bukan sekadar membuat perayaan lebih besar. Tantangannya adalah memastikan warisan pendiri tetap hidup dalam perilaku dan karya generasi penerus.
Milad ke-99 pun menjadi titik untuk melihat masa lalu sekaligus menatap masa depan. Jika sejarah menjadi pijakan dan regenerasi berjalan, satu abad Pencak Organisasi bukan hanya perayaan usia, tetapi juga penegasan bahwa semangat perjuangan masih memiliki tempat di tengah generasi baru. (Septyan)
