Kanit Turjawali Satlantas Polres Probolinggo Kota Iptu Ahmad Tohari, S.H. mengajak seluruh pemilik kendaraan bermotor untuk lebih sadar terhadap kewajiban perpajakan. Menurutnya, tertib membayar pajak merupakan bagian dari kepatuhan administrasi kendaraan yang perlu dibangun secara berkelanjutan.
Pesan tersebut disampaikan Iptu Tohari saat jajarannya melakukan pemeriksaan kendaraan yang melintas di lokasi. Seluruh kendaraan diberhentikan secara humanis untuk dilakukan pengecekan terhadap kelengkapan surat-surat, kondisi kendaraan serta administrasi yang berkaitan dengan kewajiban perpajakan.
Dalam kegiatan itu, Satlantas Polres Probolinggo Kota menggandeng petugas pajak dari Samsat Probolinggo Kota. Kehadiran petugas Samsat menjadi bagian dari sinergi untuk memberikan edukasi langsung kepada masyarakat mengenai pentingnya memenuhi kewajiban pajak kendaraan.
“Pajak kendaraan jangan dianggap sebagai sesuatu yang hanya perlu diperhatikan ketika ada pemeriksaan. Kami mengajak masyarakat untuk memiliki kesadaran membayar pajak tepat waktu sebagai bentuk tertib administrasi,” ujar Iptu Ahmad Tohari.
Menurutnya, pemilik kendaraan seharusnya secara mandiri mengetahui status kewajiban pajak kendaraan yang dimilikinya. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu menunggu adanya pemeriksaan petugas untuk memastikan administrasi kendaraannya tetap tertib.
“Jangan menunggu ditanya petugas baru kemudian mengecek pajaknya. Sebagai pemilik kendaraan, kita harus sadar kapan kewajiban pajak harus dipenuhi,” tegasnya.
Iptu Tohari menjelaskan, kepatuhan administrasi kendaraan juga berjalan beriringan dengan kepatuhan berlalu lintas. Karena itu, dalam aksi simpatik tersebut petugas tidak hanya menyampaikan pesan mengenai pajak, tetapi juga mengingatkan pengendara tentang pentingnya kelengkapan surat dan kondisi kendaraan.
“Administrasi harus tertib, kendaraannya juga harus layak. Jangan sampai surat lengkap tetapi kondisi kendaraan tidak aman digunakan. Keduanya harus menjadi perhatian pengendara,” katanya.
Pemeriksaan tersebut dilakukan dengan pendekatan persuasif. Petugas berupaya membangun komunikasi dengan masyarakat agar edukasi mengenai pajak, kelengkapan kendaraan dan keselamatan dapat diterima tanpa menimbulkan kesan bahwa kegiatan semata-mata bertujuan melakukan penindakan.
Selain Samsat Probolinggo Kota, Satlantas juga menggandeng perwakilan Jasa Raharja Probolinggo. Kolaborasi tiga unsur tersebut menjadi upaya bersama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dari sisi tertib administrasi, kepatuhan berlalu lintas dan perlindungan pengguna jalan.
Iptu Tohari berharap masyarakat memahami bahwa kewajiban sebagai pemilik kendaraan tidak berhenti pada memiliki surat-surat kendaraan. Pemilik juga harus memperhatikan status pajak serta memastikan kendaraannya dalam kondisi aman sebelum digunakan.
“Kalau kendaraan kita gunakan setiap hari, maka kewajiban administrasinya juga harus diperhatikan. Jangan sampai kita hanya memikirkan kendaraan bisa dipakai, tetapi lupa memenuhi kewajiban sebagai pemiliknya,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kesadaran administrasi harus dibarengi dengan kesadaran keselamatan. Pengendara tetap harus mematuhi rambu, marka, menggunakan perlengkapan keselamatan serta menjaga kondisi kendaraan.
Pesan keselamatan tersebut menjadi semakin penting karena kecelakaan lalu lintas masih menjadi persoalan serius di Jawa Timur. Dalam kegiatan tersebut disampaikan bahwa akibat kecelakaan di jalan, 14 orang meninggal dunia setiap harinya di wilayah Jawa Timur.
“Data kecelakaan itu harus menjadi perhatian kita. Jangan sampai masyarakat sibuk memikirkan administrasi, tetapi mengabaikan keselamatan. Semuanya harus berjalan bersama, pajaknya tertib, suratnya lengkap, kendaraannya layak dan cara berkendaranya juga benar,” tutur Iptu Tohari.
Menurutnya, kepatuhan masyarakat akan sangat membantu terciptanya ketertiban di jalan. Karena itu, edukasi mengenai pajak dan keselamatan perlu dilakukan secara berkesinambungan dengan melibatkan berbagai instansi terkait.
Iptu Tohari juga meminta masyarakat tidak memandang kewajiban pajak hanya sebagai urusan administratif. Kesadaran tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab pemilik kendaraan dalam memastikan kendaraannya tetap tertib secara hukum dan administrasi.
“Kami mengajak masyarakat mulai dari diri sendiri. Cek masa berlaku pajak, lengkapi surat kendaraan, periksa kondisi kendaraan sebelum berangkat dan selalu patuhi aturan lalu lintas,” pesannya.
Aksi simpatik di Jalan Suyoso tersebut sekaligus menunjukkan sinergi antara Satlantas Polres Probolinggo Kota, Samsat Probolinggo Kota dan Jasa Raharja Probolinggo dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, Iptu Tohari berharap kesadaran masyarakat terhadap kewajiban pajak kendaraan semakin meningkat. Ia menekankan bahwa tertib pajak, tertib administrasi dan tertib berlalu lintas harus menjadi kebiasaan, bukan hanya dilakukan ketika ada pemeriksaan.
“Harapan kami masyarakat tidak hanya tertib saat ada petugas. Kesadaran itu harus muncul dari diri sendiri. Kalau semua pemilik kendaraan sadar memenuhi kewajibannya dan semua pengendara mengutamakan keselamatan, maka ketertiban lalu lintas akan semakin baik,” pungkas Iptu Ahmad Tohari. (Septyan)
