Probolinggo, Suaragenerasibangsa – Hamparan tanaman jagung yang tumbuh subur di wilayah Kelurahan Jrebeng Lor menjadi salah satu potret optimisme sektor pertanian di Kota Probolinggo. Di tengah upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional, para petani setempat terus menggenjot produktivitas dengan dukungan berbagai pihak, termasuk jajaran kepolisian.
Perhatian terhadap sektor pertanian tersebut terlihat saat Bhabinkamtibmas Kelurahan Jrebeng Lor, Briptu Fadhilah K, melakukan kunjungan ke lahan jagung milik warga di Jalan Sunan Drajat, Kecamatan Kedopok, Kamis (6/8/2026). Kegiatan itu dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan tanaman sekaligus mempererat komunikasi dengan masyarakat petani.
Setibanya di lokasi, petugas menyusuri area pertanian yang saat ini tengah memasuki masa pertumbuhan menjelang panen. Kondisi tanaman yang terlihat hijau dan terawat menjadi indikator positif bahwa proses budidaya berjalan sesuai harapan petani.
Lahan yang dikunjungi merupakan area pertanian yang dikelola Kelompok Tani Pakis Jaya. Pada lahan seluas kurang lebih 3.500 meter persegi tersebut, petani menanam jagung varietas Juara yang menjadi salah satu komoditas unggulan di kawasan tersebut.
Dalam kesempatan itu, petugas tidak hanya melakukan pemantauan visual terhadap tanaman. Berbagai informasi terkait perkembangan pertanian juga dihimpun melalui dialog langsung bersama petani yang sehari-hari mengelola lahan tersebut.
Pembahasan meliputi kondisi pertumbuhan tanaman, pola perawatan yang diterapkan, hingga berbagai faktor yang dapat memengaruhi hasil panen. Melalui komunikasi tersebut, petugas memperoleh gambaran nyata mengenai aktivitas pertanian yang berlangsung di wilayah binaannya.
Kunjungan lapangan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan antara Polri dan masyarakat. Kehadiran aparat di tengah aktivitas petani diharapkan mampu memberikan dukungan moral sekaligus memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas wilayah.
Selain memantau perkembangan tanaman, Briptu Fadhilah K juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga keamanan lingkungan. Menurutnya, situasi yang aman dan tertib merupakan modal penting bagi kelancaran aktivitas pertanian maupun kegiatan ekonomi masyarakat secara umum.
Warga diminta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar dan menjaga semangat gotong royong yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat pedesaan maupun perkotaan. Dengan kebersamaan yang terjaga, berbagai potensi gangguan dapat diminimalkan.
Di sisi lain, petugas turut memberikan motivasi kepada petani agar terus memaksimalkan pengelolaan lahan yang dimiliki. Penggunaan lahan secara produktif dinilai dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan.
Berdasarkan data yang diperoleh di lapangan, tanaman jagung tersebut mulai ditanam pada 7 Juni 2026. Jika tidak ada kendala berarti, masa panen diperkirakan berlangsung pada 10 September 2026.
Hasil produksi dari lahan tersebut diproyeksikan mencapai sekitar 3 hingga 3,5 ton. Angka tersebut menjadi harapan bagi petani untuk meningkatkan pendapatan sekaligus berkontribusi terhadap pasokan pangan daerah.
Program pendampingan yang dilakukan Bhabinkamtibmas juga menjadi salah satu bentuk implementasi peran Polri dalam mendukung program prioritas pemerintah. Melalui pendekatan yang humanis, kepolisian hadir tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam berbagai sektor kehidupan.
Bagi para petani, perhatian dan dukungan yang diberikan menjadi suntikan semangat untuk terus mengembangkan usaha pertanian. Mereka berharap hasil panen yang akan datang dapat sesuai target dan memberikan manfaat bagi keluarga maupun lingkungan sekitar.
Kegiatan yang berlangsung di kawasan pertanian Jrebeng Lor itu berjalan dengan aman dan lancar. Suasana penuh keakraban antara petani dan petugas menjadi gambaran kuatnya kolaborasi dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus menciptakan lingkungan yang kondusif di wilayah Kecamatan Kedopok. (septyan)
