129 Korban KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, SAR Perluas Penyisiran di Tengah Cuaca Ekstrem


Banjarmasin, Suaragenerasibangsa– Tim SAR gabungan masih berpacu dengan waktu untuk menemukan korban KM Virgo Transport 8 yang hingga kini belum diketahui keberadaannya. Dari total 243 orang yang tercatat dalam data pemerintah, sebanyak 129 orang masih dalam pencarian.

Operasi pencarian terus dikembangkan dengan tidak hanya berfokus pada titik tenggelamnya kapal. Pergerakan arus laut, arah angin dan kondisi gelombang menjadi pertimbangan tim dalam menentukan sektor baru yang harus disisir.

Upaya tersebut dilakukan setelah KM Virgo Transport 8 yang berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin dilaporkan hilang kontak pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 02.05 WITA.

Polri ikut memperkuat operasi yang dikoordinasikan Basarnas. Sejumlah kekuatan dikerahkan, mulai dari kapal patroli hingga helikopter untuk mendukung pencarian dan evakuasi.

Dua kapal polisi yang terlibat dalam operasi tersebut adalah KP Laksmana-7012 dan KP Ibis-6001. Masing-masing kapal menjalankan penyisiran di sektor yang telah ditentukan.

KP Laksmana-7012 lebih dahulu bergerak dari Banjarmasin. Kapal kelas A3 itu meninggalkan Dermaga Banjar Raya pada Minggu (13/9/2026) pukul 15.45 WITA.

Perjalanan menuju lokasi pencarian sempat terhenti akibat kondisi laut. Gelombang yang kurang bersahabat membuat kapal harus melakukan lego jangkar sekitar pukul 20.00 WITA.

Kapal kembali bergerak pada Senin (14/9/2026) pukul 03.00 WITA setelah kondisi memungkinkan. Sekitar pukul 07.54 WITA, KP Laksmana-7012 tiba di sekitar posisi terakhir KM Virgo Transport 8 sebelum tenggelam.

Posisi tersebut berada di koordinat S 4°32’538” dan E 114°01’967”, dengan jarak sekitar 5 NM dari titik koordinat tenggelamnya kapal.

Penyisiran kemudian dilakukan di kawasan tersebut. Namun, pencarian tidak berhenti pada titik terakhir karena korban berpotensi telah berpindah akibat pengaruh arus.

Sekitar pukul 09.08 WITA, KP Laksmana-7012 bergerak menuju perairan Kalimantan Tengah. Perluasan sektor dilakukan sebagai langkah untuk mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus menjauh dari lokasi kejadian.

Hingga pukul 16.00 WITA, penyisiran kapal tersebut belum membuahkan hasil. KP Laksmana-7012 selanjutnya kembali ke Banjarmasin dan sandar di Dermaga Banjar Raya.

Kapal lainnya, KP Ibis-6001, juga mengambil bagian dalam operasi pencarian. Kapal kelas B1 ini berangkat dari Dermaga Bulog, Kuala Kapuas, Kalimantan Tengah, pada Senin (14/9/2026) pukul 03.00 WITA.

Dengan jarak sekitar 103 NM dari lokasi kejadian, KP Ibis-6001 bergerak menuju sektor operasi bersama lima personel Ditpolairud Polda Kalimantan Tengah.

Pada pukul 09.00 WITA, penyisiran dimulai di wilayah utara area pencarian. Sektor tersebut berada di sekitar koordinat 03°49’228’’ LS dan 114°18’009’’ BT.

Kondisi alam kembali menjadi tantangan. Tinggi gelombang mencapai sekitar 2–2,5 meter dengan kecepatan angin antara 25–35 knot.

Dengan situasi tersebut, personel harus mengatur pola pencarian dengan mempertimbangkan kemampuan kapal sekaligus keselamatan seluruh anggota yang berada di lapangan.

KP Ibis-6001 kemudian kembali menuju Banjarmasin pada pukul 11.00 WITA. Kapal sandar di Dermaga Banjar Raya hingga pukul 17.00 WITA untuk melakukan bekal ulang sebelum kembali mendukung operasi.

Helikopter Turun Tangan

Pencarian melalui laut juga diperkuat dari udara. Polri mengerahkan helikopter Dauphin AS 365 N3 P-3103 setelah adanya laporan penemuan satu jenazah dalam operasi SAR gabungan.

Jenazah ditemukan di atas tongkang yang ditarik Tugboat TCP. Temuan tersebut merupakan hasil pencarian gabungan dari seluruh unsur yang terlibat, bukan hasil penyisiran Kapal Polisi.

Dari Bandara Syamsuddin Noor, helikopter diberangkatkan menuju lokasi penemuan yang berjarak sekitar 80 NM dari Banjarmasin.

Penerbangan menuju lokasi memakan waktu sekitar 45 menit. Setibanya di titik evakuasi, tim menggunakan metode hoist dengan Basket Life untuk mengangkat jenazah.

Proses evakuasi berlangsung mulai pukul 14.48 hingga 16.50 WITA. Misi tersebut dipimpin Kombes Pol. Herli sebagai Kapten Pilot.

Setelah berhasil dievakuasi, jenazah dibawa menuju Bandara Syamsuddin Noor. Dari lokasi tersebut, korban kemudian dibawa menggunakan ambulans TNI AU untuk mendapatkan penanganan dan menjalani proses identifikasi di Kalimantan Selatan.

86 Orang Sudah Dievakuasi

Data pemerintah melalui Posko Stamaops Polri per 14 September 2026 pukul 17.00 WIB mencatat sebanyak 86 orang telah berhasil dievakuasi menuju Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.

Selain itu, satu orang berhasil dievakuasi menggunakan HR-3601 menuju Bandara Syamsuddin Noor. Namun, masih terdapat 27 orang yang belum terevakuasi dan 129 orang yang hingga kini masih dicari.

Kondisi tersebut membuat operasi SAR terus dilanjutkan dengan melibatkan seluruh unsur yang tersedia. Perluasan area pencarian dilakukan secara bertahap berdasarkan informasi dan perkembangan kondisi perairan.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Dr. Johnny Eddizon Isir, S.I.K., M.T.C.P., mengatakan Polri tetap berkomitmen mendukung operasi pencarian yang dikoordinasikan Basarnas.

Menurutnya, kondisi gelombang menjadi salah satu kendala utama dalam pelaksanaan operasi. Meski demikian, pencarian tetap dilakukan ketika kondisi memungkinkan.

“Gelombang yang kurang bersahabat menjadi tantangan bagi seluruh tim di lapangan. Namun, pencarian tetap dilakukan selama kondisi memungkinkan,” kata Johnny.

Ia menegaskan bahwa operasi tersebut merupakan kerja bersama berbagai unsur. Karena itu, setiap kekuatan yang tersedia dioptimalkan untuk membantu menemukan korban.

“Operasi ini merupakan kerja bersama. Setiap kapal yang melakukan penyisiran dan setiap dukungan dari udara merupakan bagian dari ikhtiar untuk menemukan korban yang masih dalam pencarian,” ujarnya.

Johnny menambahkan, dukungan Polri akan terus diberikan dengan tetap mengedepankan keselamatan personel. Setiap keputusan dalam operasi mempertimbangkan kondisi laut dan situasi yang berkembang di lapangan.

Hingga saat ini, operasi pencarian KM Virgo Transport 8 belum berakhir. Tim SAR gabungan masih menyusun langkah pencarian berdasarkan arah arus, kondisi angin dan gelombang, serta kemungkinan korban telah bergeser dari lokasi tenggelamnya kapal.

Dengan 129 orang yang masih dalam pencarian, setiap sektor perairan yang dianggap berpotensi menjadi lokasi korban terus mendapat perhatian. Tim SAR pun masih bergerak, sementara keluarga korban menanti kabar dan kepastian dari operasi yang terus dilakukan tersebut. (septyan)

Posting Komentar

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama

Terkini

Terkini Lainnya