Peristiwa itu langsung mendapat perhatian petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Probolinggo. Informasi mengenai kebakaran diterima petugas pada pukul 13.33 WIB.
Tanpa menunggu waktu lama, Regu 4 Damkar Kota Probolinggo bergerak menuju lokasi. Armada pemadam meluncur dari pos dengan jarak tempuh sekitar empat kilometer.
Enam menit kemudian, tepat pukul 13.39 WIB, petugas tiba di lokasi. Kondisi tersebut menunjukkan respons cepat dilakukan sejak laporan pertama diterima.
Kasi Damkar Kota Probolinggo Dwi Arianto S.Sos., MM mengatakan, petugas langsung mengambil tindakan setelah memastikan titik kebakaran berada di kawasan Pelabuhan PPP dan area lahan BJBR.
“Begitu informasi kami terima, Regu 4 langsung menuju lokasi. Petugas kemudian melakukan pemadaman untuk mengendalikan api agar tidak berkembang ke area lainnya,” ujar Dwi Arianto.
Penanganan dilakukan dengan dukungan armada yang lebih lengkap. Sebanyak tiga Fire Truck diterjunkan, yakni Fire Truck 04, Fire Truck 02 dan Fire Truck 01.
Tidak berhenti pada pengerahan armada pemadam, Kijang Rescue dan Fire Motoris turut dibawa untuk menunjang operasi. Peralatan dan personel dikerahkan menyesuaikan kondisi medan di lokasi.
Kebakaran diketahui mengenai sampah dan lahan di sekitar kawasan pelabuhan. Dari informasi awal yang dihimpun petugas, api diduga berasal dari kegiatan membakar sampah.
“Dugaan awal penyebab kejadian ini adalah orang membakar sampah. Karena itu, masyarakat perlu memperhatikan keamanan ketika melakukan aktivitas yang berkaitan dengan api,” kata Dwi.
Menurutnya, api yang berasal dari pembakaran sampah dapat dengan mudah merambat apabila terdapat sampah kering maupun vegetasi yang mudah terbakar di sekitarnya.
Karena lokasi kebakaran berada di kawasan lahan, petugas tidak hanya memusatkan perhatian pada kobaran api. Penyisiran juga dilakukan untuk mengetahui kemungkinan adanya bara yang masih tersisa.
Dalam operasi tersebut, Damkar Regu 4 turut mendapat dukungan dari Damkar Regu 1. Personel PTI, Aba Nasrul Fireman Team 2 dan Relawan Damkar (Redkar) juga ikut membantu proses penanganan.
Dukungan berbagai unsur tersebut membuat proses pemadaman dapat dilakukan secara bersama-sama. Petugas bekerja dari proses pengendalian api hingga pemeriksaan area setelah kobaran berhasil dipadamkan.
“Semua personel bekerja sesuai tugas masing-masing. Penanganan berjalan aman, lancar dan terkendali,” ungkap Dwi.
Di tengah proses pemadaman, situasi lalu lintas di sekitar kawasan kejadian tetap lancar. Cuaca juga berada dalam kondisi cerah sehingga tidak menjadi kendala dalam proses penanganan.
Petugas kemudian memastikan kembali area yang telah dipadamkan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi bara yang dapat memunculkan kembali titik api.
Setelah kurang lebih tiga jam berada di lokasi, proses penanganan akhirnya memasuki tahap akhir. Pada pukul 16.50 WIB, kondisi kebakaran dinyatakan telah kondusif.
“Setelah dilakukan pemadaman dan pengecekan, pukul 16.50 WIB kondisi di lokasi dinyatakan kondusif. Kami memastikan api sudah terkendali dan tidak ada titik yang berpotensi kembali membesar,” jelas Dwi.
Ia menilai, pencegahan kebakaran tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas. Masyarakat juga memiliki peran penting, terutama dalam aktivitas yang menggunakan api di lingkungan terbuka.
Dwi meminta warga tidak menjadikan pembakaran sampah sebagai aktivitas yang dilakukan tanpa pengawasan. Apalagi jika lokasi pembakaran berdekatan dengan lahan kering atau tumpukan material yang mudah terbakar.
“Kalau membakar sampah, jangan ditinggalkan begitu saja. Pastikan api benar-benar padam dan tidak ada bara yang masih menyala sebelum meninggalkan lokasi,” tegasnya.
Selain itu, masyarakat diminta tidak ragu melapor apabila melihat kejadian kebakaran. Laporan sedini mungkin dapat membantu petugas segera menuju lokasi dan melakukan tindakan.
“Segera informasikan kepada Damkar apabila melihat kebakaran. Jangan menunggu api membesar, karena waktu sangat menentukan dalam proses penanganan,” pungkas Dwi Arianto.
Dengan pengerahan tiga Fire Truck serta kendaraan pendukung dan personel gabungan, kebakaran di kawasan Pelabuhan PPP dan lahan BJBR tersebut berhasil dikendalikan. Pada pukul 16.50 WIB, petugas menyatakan kondisi lokasi telah kondusif dan proses penanganan selesai dilakukan. (Septyan)
