Nusa Dua, Suaragenerasibangsa - Indonesia mengukir sejarah di kancah kepolisian internasional. Untuk kedua kalinya, Indonesia dipercaya menggelar International Association of Women Police (IAWP) Annual Training Conference, forum Polwan terbesar di dunia.
Kepastian itu disampaikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat membuka The 63rd IAWP 2026 di Bali, Minggu (20/9/2026).
Sebelumnya, Indonesia sukses menjadi tuan rumah IAWP ke-58 di Labuan Bajo, NTT, pada 2021. Empat tahun berselang, kepercayaan itu kembali diberikan kepada Indonesia.
“Such an honor for Indonesia to once again be entrusted with hosting the IAWP Conference for the second time, following Labuan Bajo in 2021,” kata Kapolri.
Tahun ini skalanya lebih besar. Sebanyak 450 peserta dari 43 negara berkumpul di The Westin Nusa Dua.
Dalam sambutannya, Kapolri menyambut hangat seluruh delegasi. Ia berharap keramahan Bali bisa menjadi memori positif bagi para peserta.
Kapolri menegaskan, IAWP bukan sekadar konferensi seremonial.
Ada empat nilai utama yang ditekankan: bertukar pengalaman, saling belajar praktik terbaik kepolisian, memperluas jejaring internasional, dan membangun persahabatan berkelanjutan.
Nilai-nilai itu, menurutnya, sangat relevan. Tantangan penegakan hukum global terus berkembang dan menuntut kolaborasi lintas negara.
"Melalui jejaring yang semakin kuat, pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki masing-masing negara dapat dibagikan untuk mendukung pelaksanaan tugas kepolisian," ujarnya.
Kapolri mengajak semua peserta untuk melihat perbedaan latar belakang negara sebagai modal kekuatan, bukan penghalang.
Ia kemudian menutup dengan slogan resmi IAWP 2026 yang menjadi penegas semangat bersama.
“Together, we empower women. Together, we strengthen policing. Together, we uphold peace. And together, we lead global change,” pungkasnya. (Septyan)
