Pasuruan, Suaragenerasibangsa – Suasana pelayanan di Kantor Bersama Samsat Bangil, Kabupaten Pasuruan, tampak berbeda dari biasanya. Di tengah aktivitas masyarakat mengurus berbagai keperluan administrasi kendaraan, petugas justru menghadirkan kejutan berupa pembagian bingkisan sembako kepada sejumlah wajib pajak.
Kegiatan tersebut berlangsung di sela-sela pelayanan rutin Samsat. Petugas terlebih dahulu memberikan sejumlah pertanyaan kepada masyarakat yang sedang mengikuti proses pelayanan.
Wajib pajak yang mampu menjawab pertanyaan kemudian diminta maju ke depan. Tak lama berselang, petugas menyerahkan bingkisan sembako sebagai bentuk apresiasi.
Momen tersebut sontak menciptakan suasana berbeda di ruang pelayanan. Wajib pajak yang menerima hadiah terlihat bahagia, sementara masyarakat lainnya turut memberikan tepuk tangan.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kaur Regident Satlantas Polres Pasuruan Iptu Wahyu Pribadi. Menurutnya, pemberian bingkisan bukan sekadar hadiah, melainkan bentuk penghargaan kepada masyarakat yang telah memenuhi kewajibannya membayar pajak kendaraan.
Iptu Wahyu mengatakan, masyarakat yang datang ke Samsat untuk membayar pajak secara sadar merupakan bagian penting dalam mendukung tertib administrasi kendaraan.
“Ini adalah wujud apresiasi kami kepada wajib pajak. Mereka adalah orang-orang baik yang dengan kesadaran sendiri rela datang ke Samsat untuk membayar pajak,” ujar Wahyu.
Momentum tersebut sekaligus dikaitkan dengan peringatan Hari Jadi Polisi Lalu Lintas ke-71 tahun 2026. Jajaran Satlantas Polres Pasuruan memanfaatkan momentum tersebut untuk memberikan apresiasi langsung kepada masyarakat yang tengah mengakses pelayanan Samsat.
Wahyu menjelaskan, pemberian paket sembako diberikan kepada beberapa wajib pajak yang mengikuti kegiatan tersebut. Selain memberikan apresiasi, kegiatan itu diharapkan dapat menghadirkan pengalaman pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat.
Suasana yang biasanya identik dengan antrean dan proses administrasi kendaraan pun berubah menjadi lebih santai. Masyarakat yang awalnya datang untuk menyelesaikan kewajiban pajak kendaraan mendapat pengalaman berbeda ketika petugas memberikan pertanyaan dan hadiah.
Bagi sejumlah wajib pajak, kejutan tersebut menjadi pengalaman yang tidak disangka. Salah satunya Siti, warga Gempol, yang mengaku senang setelah mendapatkan bingkisan sembako dari petugas.
Hal senada disampaikan Heru, warga Purwodadi. Keduanya mengapresiasi pelayanan petugas Samsat yang dinilai semakin memberikan kemudahan bagi masyarakat.
Siti mengungkapkan, sebelum datang ke Samsat dirinya sempat merasa belum memahami secara keseluruhan mekanisme pengurusan dokumen kendaraan. Namun, setelah berada di lokasi, ia mendapatkan penjelasan dari petugas.
“Terima kasih. Selain pelayanannya sekarang semakin baik, kami juga sudah diberi penjelasan mengenai mekanisme pengurusan dokumen kendaraan di Samsat. Awalnya berangkat sebenarnya masih bingung, ternyata sampai di sini dilayani dengan baik dan sangat mudah. Eh, masih dapat hadiah,” ujar Siti.
Pernyataan tersebut menggambarkan respons positif masyarakat terhadap pola pelayanan yang tidak hanya berorientasi pada penyelesaian administrasi, tetapi juga memberikan ruang interaksi antara petugas dengan wajib pajak.
Bagi Heru, apresiasi yang diberikan petugas menjadi tambahan kebahagiaan setelah menyelesaikan urusan administrasi kendaraan. Ia pun menyampaikan terima kasih kepada jajaran kepolisian lalu lintas.
Menurut keduanya, pelayanan yang disertai penjelasan mengenai prosedur membuat masyarakat lebih mudah memahami tahapan yang harus dilakukan saat mengurus keperluan kendaraan di Samsat.
Kegiatan sederhana berupa pemberian bingkisan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun suasana pelayanan yang lebih humanis. Masyarakat tidak hanya datang untuk memenuhi kewajiban, tetapi juga mendapatkan pengalaman interaksi yang positif dengan petugas.
Momentum Hari Jadi Polisi Lalu Lintas ke-71 tahun 2026 kemudian menjadi kesempatan bagi jajaran Satlantas Polres Pasuruan untuk menyampaikan apresiasi kepada masyarakat melalui kegiatan yang dilakukan secara langsung di ruang pelayanan.
Wahyu berharap hubungan komunikasi antara petugas dan masyarakat dapat terus terjaga. Menurutnya, pelayanan publik membutuhkan dukungan dan partisipasi masyarakat agar berbagai proses administrasi dapat berjalan dengan baik.
Bagi wajib pajak yang hadir, kejutan tersebut menjadi warna tersendiri dalam aktivitas pelayanan Samsat Bangil. Tepuk tangan dan ekspresi kegembiraan mewarnai pemberian bingkisan kepada masyarakat yang berhasil menjawab pertanyaan petugas.
Siti dan Heru pun menyampaikan harapan agar jajaran Polisi Lalu Lintas terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Terima kasih Polisi Lalu Lintas. Semoga semakin jaya dan terus memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat,” ungkap keduanya.
Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pelayanan publik dapat dikemas melalui pendekatan yang lebih komunikatif. Di tengah rutinitas administrasi kendaraan, petugas menghadirkan apresiasi sederhana yang mendapat sambutan positif dari masyarakat.
Dengan adanya interaksi seperti itu, Samsat Bangil tidak hanya menjadi tempat masyarakat menyelesaikan kewajiban pembayaran pajak kendaraan, tetapi juga ruang pelayanan yang berupaya membangun kedekatan antara petugas dan wajib pajak.
