Destana Kelurahan Mangunharjo turut mengambil bagian dalam gerakan tersebut dengan melaksanakan penanaman bibit kelor di wilayah RW 12. Lokasi yang dipilih berada di halaman Muphus Seafood, Jalan Ahmad Yani, yang menjadi salah satu titik penanaman dalam rangka mendukung program kelorisasi di tingkat kelurahan.
Sejak pagi, belasan personel Destana Kelurahan Mangunharjo secara bergantian melaksanakan kegiatan gotong royong. Mereka bersama-sama mempersiapkan titik tanam, menggali lubang, menanam bibit kelor hingga melakukan penyiraman setelah bibit ditanam.
Aktivitas tersebut berlangsung secara sederhana namun penuh semangat kebersamaan. Personel Destana saling berbagi tugas agar proses penanaman dapat berjalan dengan baik dan bibit yang ditanam memiliki ruang tumbuh yang memadai.
Penanaman kelor di RW 12 juga mendapat pemantauan langsung dari Staf Kelurahan Mangunharjo. Pendampingan tersebut dilakukan untuk memastikan kegiatan kelorisasi berjalan sesuai dengan rencana sekaligus memberikan dukungan terhadap keterlibatan berbagai unsur dalam program lingkungan di Kelurahan Mangunharjo.
Ketua Destana Kelurahan Mangunharjo, Rudi Purwanto, mengatakan keterlibatan personel Destana dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap program yang dijalankan Kelurahan Mangunharjo. Menurutnya, Destana tidak hanya berperan ketika terjadi kondisi kebencanaan, tetapi juga dapat mengambil bagian dalam kegiatan sosial dan lingkungan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Rudi menjelaskan, kelorisasi menjadi salah satu kegiatan yang dapat memperkuat semangat gotong royong sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Karena itu, personel Destana berupaya hadir dan terlibat langsung dalam proses penanaman.
“Bagi kami, kegiatan seperti ini merupakan bagian dari kepedulian bersama terhadap lingkungan. Destana siap mendukung program kelurahan sepanjang kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan,” ujar Rudi.
Ia menambahkan, proses penanaman tidak berhenti pada kegiatan menanam bibit saja. Menurut Rudi, keberlanjutan perawatan menjadi bagian penting agar bibit kelor yang telah ditanam dapat tumbuh dengan baik dan nantinya memberikan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat.
Karena itu, dirinya berharap titik-titik penanaman yang berada di wilayah RW 12 maupun lokasi lainnya dapat terus mendapatkan perhatian. Perawatan secara bersama-sama dinilai penting agar gerakan kelorisasi tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, melainkan berkembang menjadi gerakan lingkungan yang berkelanjutan.
“Yang paling penting setelah penanaman adalah bagaimana tanaman ini dirawat. Kalau dirawat bersama, tentu peluang untuk tumbuh dan berkembang akan semakin baik. Semangat gotong royong seperti ini yang perlu terus dipertahankan,” katanya.
Rudi juga mengapresiasi keterlibatan belasan personel Destana yang secara bergantian bekerja di lapangan. Menurutnya, kebersamaan yang ditunjukkan para personel menjadi gambaran bahwa program lingkungan dapat berjalan ketika seluruh unsur memiliki kepedulian dan kemauan untuk terlibat.
Di sisi lain, Lurah Mangunharjo Ikromi Wida Utama menyampaikan bahwa kelorisasi yang dilakukan secara serentak di 17 RW merupakan bagian dari upaya mendorong keterlibatan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih hijau sekaligus produktif.
Ikrom mengatakan, program tersebut tidak hanya diarahkan pada aspek penghijauan. Tanaman kelor memiliki potensi untuk dimanfaatkan oleh masyarakat sehingga keberadaannya diharapkan dapat memberikan nilai tambah apabila dirawat dan dikembangkan dengan baik.
“Kelorisasi ini kami dorong agar tidak berhenti pada penanaman. Kami ingin masyarakat ikut merawat dan memanfaatkan tanaman kelor yang tumbuh di lingkungannya. Jadi, ada unsur penghijauan sekaligus pemanfaatan tanaman produktif,” jelas Ikrom.
Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur seperti RT, RW, kader, kelompok masyarakat, Destana hingga staf kelurahan menjadi kekuatan penting dalam pelaksanaan program. Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa program kelurahan dapat berjalan lebih optimal ketika masyarakat ikut mengambil peran secara langsung.
Ikrom juga memberikan apresiasi terhadap keterlibatan Destana Kelurahan Mangunharjo yang mengambil titik penanaman di RW 12. Kehadiran belasan personel Destana, kata dia, menjadi bagian dari dukungan nyata terhadap program kelurahan yang dilaksanakan secara bersama-sama.
“Kami mengapresiasi teman-teman Destana yang ikut turun langsung. Mulai dari menggali lubang, menanam sampai menyiram dilakukan secara gotong royong. Ini menunjukkan bahwa program kelurahan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas pemerintah kelurahan,” ungkapnya.
Ia berharap gerakan kelorisasi yang dilakukan serentak tersebut dapat terus dipelihara dan dikembangkan di masing-masing wilayah RW. Tidak menutup kemungkinan, tanaman yang telah tumbuh nantinya dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Sementara itu, pelaksanaan penanaman di RW 12 berjalan dengan suasana kebersamaan. Personel Destana secara bergantian memastikan setiap tahapan dilakukan dengan baik, mulai dari menentukan titik tanam hingga penyiraman bibit.
Pendampingan dari Staf Kelurahan Mangunharjo juga menjadi bagian dari upaya menjaga agar pelaksanaan program tetap berjalan terkoordinasi. Pemantauan dilakukan sekaligus sebagai bentuk dukungan terhadap warga dan kelompok yang ikut berpartisipasi dalam kelorisasi.
Gerakan penanaman bibit kelor yang tersebar di 17 RW tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk membangun kepedulian lingkungan secara lebih luas. Selain memperbanyak vegetasi, tanaman kelor juga memiliki potensi pemanfaatan yang dapat dikembangkan oleh masyarakat.
Bagi Destana Kelurahan Mangunharjo, keterlibatan dalam kegiatan tersebut sekaligus memperluas ruang kontribusi organisasi dalam mendukung berbagai program di wilayah. Semangat gotong royong yang ditunjukkan belasan personel menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan sekaligus memperkuat kebersamaan antarunsur masyarakat.
Dengan penanaman yang dilakukan secara serentak di seluruh RW, Kelurahan Mangunharjo mendorong agar kelorisasi tidak hanya dipandang sebagai kegiatan penanaman bibit, tetapi menjadi gerakan bersama yang memiliki keberlanjutan. Perawatan dan pemanfaatan tanaman menjadi tahapan berikutnya yang diharapkan dapat dilakukan secara konsisten oleh masyarakat.
Melalui sinergi antara pemerintah kelurahan, Destana, RT/RW dan masyarakat, program kelorisasi diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang. Titik tanam di RW 12, termasuk halaman Muphus Seafood di Jalan Ahmad Yani, menjadi salah satu bagian dari gerakan tersebut sekaligus bukti keterlibatan aktif Destana Kelurahan Mangunharjo dalam mendukung program kelurahan. (Septyan)
