Ketahanan Pangan dan Kamtibmas Berjalan Beriringan, Polisi Gandeng Petani Sumber Wetan


Probolinggo, Suaragenerasibangsa – Upaya menjaga ketahanan pangan di tingkat wilayah tidak hanya menjadi urusan sektor pertanian. Peran masyarakat serta dukungan berbagai unsur juga dibutuhkan agar kegiatan produksi pangan berjalan berkelanjutan. Hal inilah yang turut didorong jajaran kepolisian di Kelurahan Sumber Wetan, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo.

Melalui Bhabinkamtibmas Kelurahan Sumber Wetan, Aipda A. Yunus, kepolisian membangun komunikasi dengan petani jagung yang beraktivitas di kawasan Jalan Jambu, Senin (21/9/2026).

Pertemuan dengan petani tersebut berlangsung sekitar pukul 11.30 WIB. Di lokasi, petugas tidak hanya menyampaikan pesan keamanan, tetapi juga menggali informasi mengenai kondisi masyarakat yang berkaitan dengan sektor pertanian.

Bagi kepolisian, komunikasi langsung dengan petani menjadi bagian dari pendekatan untuk mengetahui situasi masyarakat secara lebih dekat. Berbagai informasi yang muncul dari lapangan dapat menjadi bahan koordinasi dengan pihak terkait.

Dalam kesempatan itu, petani diajak mempertahankan produktivitas lahan pertanian. Optimalisasi lahan diharapkan ikut menopang program ketahanan pangan yang tengah didorong pemerintah.

Ajakan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi petani untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi. Mulai dari kondisi pengelolaan lahan hingga berbagai kebutuhan yang berkaitan dengan aktivitas pertanian dapat disampaikan kepada petugas.

Jika ditemukan persoalan yang membutuhkan penanganan teknis, informasi tersebut dapat dikoordinasikan dengan penyuluh pertanian. Dengan pola komunikasi tersebut, Bhabinkamtibmas berperan sebagai salah satu penghubung antara masyarakat dengan pihak terkait.

Kapolsubsektor Kedopok Ipda Hari Dwi Tjahyono mengatakan, keberadaan polisi di tengah masyarakat diharapkan mampu menciptakan komunikasi yang terbuka.

“Kami ingin komunikasi dengan masyarakat terus terjaga. Bhabinkamtibmas tidak hanya menjalankan tugas terkait keamanan, tetapi juga mengetahui perkembangan dan persoalan yang dihadapi warga,” ujar Hari.

Menurutnya, petani merupakan bagian penting dalam upaya menjaga ketersediaan pangan. Karena itu, dukungan terhadap aktivitas pertanian perlu dibangun melalui kerja sama dan komunikasi lintas pihak.

“Kami mengajak petani untuk terus mendukung program ketahanan pangan dengan mengoptimalkan lahan yang ada. Apabila ada kendala maupun masukan terkait pertanian, dapat disampaikan kepada Bhabinkamtibmas,” katanya.

Masukan dari petani, lanjut Hari, nantinya dapat diteruskan melalui koordinasi dengan penyuluh pertanian agar persoalan yang membutuhkan pendampingan dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan.

Di tengah kegiatan tersebut, kepolisian juga mengingatkan bahwa produktivitas masyarakat perlu didukung oleh lingkungan yang aman. Karena itu, persoalan kamtibmas turut menjadi bagian dari komunikasi dengan warga.

Masyarakat Sumber Wetan diminta tidak mengabaikan berbagai potensi gangguan keamanan di lingkungan sekitar. Kepedulian warga dinilai penting untuk menjaga situasi tetap kondusif.

Petugas juga mengimbau masyarakat segera memberikan informasi apabila mengetahui adanya kejadian yang membutuhkan penanganan kepolisian.

“Keamanan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Kalau masyarakat melihat adanya gangguan kamtibmas atau membutuhkan bantuan polisi, segera berkomunikasi dengan Bhabinkamtibmas,” tutur Hari.

Menurutnya, laporan maupun informasi dari masyarakat dapat membantu petugas mengetahui kondisi wilayah secara lebih cepat. Komunikasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya pencegahan terhadap potensi gangguan keamanan.

Sambang ke kawasan pertanian juga menjadi sarana memperkuat hubungan antara kepolisian dan masyarakat. Petugas dapat bertemu langsung dengan warga, sementara masyarakat memiliki kesempatan menyampaikan informasi tanpa harus menunggu adanya persoalan.

Dengan pendekatan tersebut, dukungan terhadap ketahanan pangan dan pemeliharaan keamanan lingkungan dapat berjalan secara bersamaan. Petani tetap fokus pada aktivitas pertanian, sementara masyarakat turut berperan menjaga kondisi wilayah.

Kepolisian berharap komunikasi yang telah terbangun bersama petani dapat dilakukan secara berkelanjutan. Tidak hanya saat kegiatan sambang berlangsung, tetapi juga melalui koordinasi apabila masyarakat menemukan persoalan di lapangan.

Kegiatan yang berlangsung di lahan jagung Jalan Jambu tersebut berjalan lancar. Selama petugas berdialog dengan petani, situasi terpantau aman, tertib dan kondusif.

Melalui keterlibatan langsung di tengah masyarakat, kepolisian mendorong agar ketahanan pangan tidak hanya dipandang sebagai program, tetapi menjadi bagian dari aktivitas masyarakat yang didukung dengan lingkungan yang aman dan kondusif. (Septyan)

Posting Komentar

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama

Terkini

Terkini Lainnya