Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan Jalan Barito pada Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Aipda Malik Alawi, S.H. dan Aipda Taufik Hidayat, S.H. menjadi personel yang turun langsung dalam kegiatan sambang tersebut.
Suasana di area pertanian dimanfaatkan petugas untuk membangun komunikasi dengan masyarakat. Percakapan dengan warga menjadi bagian penting dari kegiatan, selain pemantauan terhadap kondisi tanaman jagung.
Kepolisian menjadikan kegiatan tersebut sebagai sarana untuk mengetahui secara langsung perkembangan aktivitas masyarakat di sektor pertanian.
Di lapangan, petugas juga mengingatkan warga agar tidak hanya berfokus pada kegiatan pertanian, tetapi tetap memperhatikan keamanan lingkungan sekitar.
Pesan tersebut disampaikan seiring dengan upaya mendukung program ketahanan pangan nasional. Masyarakat didorong untuk terus mempertahankan aktivitas produktif di sektor pertanian.
Kapolsubsektor Kedopok Ipda Hari Dwi Tjahjono, S.H. mengatakan, kegiatan lapangan tersebut merupakan bentuk kehadiran kepolisian di tengah masyarakat.
“Monitoring dilakukan sekaligus untuk membangun komunikasi dengan petani,” kata Hari.
Menurutnya, hubungan yang terjalin melalui komunikasi langsung dapat memudahkan masyarakat ketika membutuhkan koordinasi berkaitan dengan persoalan pertanian maupun keamanan.
Ia menjelaskan, masyarakat yang mengalami kendala dalam kegiatan pertanian dapat menyampaikannya kepada Bhabinkamtibmas. Selanjutnya, persoalan tersebut dapat diteruskan melalui koordinasi dengan penyuluh pertanian.
Dengan pola tersebut, kepolisian berupaya menjadi penghubung antara masyarakat dan pihak terkait ketika ditemukan persoalan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Hari menilai keterlibatan berbagai pihak diperlukan untuk menjaga keberlangsungan program ketahanan pangan. Menurutnya, dukungan terhadap petani tidak cukup hanya melalui pemantauan, tetapi juga membutuhkan komunikasi dan koordinasi.
Selain persoalan pertanian, faktor keamanan lingkungan juga menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut.
Warga diminta ikut menjaga situasi kamtibmas dan segera melaporkan apabila mengetahui adanya gangguan keamanan di lingkungan sekitar.
“Kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap aman dan nyaman,” ujarnya.
Hari juga meminta warga memanfaatkan keberadaan Bhabinkamtibmas sebagai sarana komunikasi ketika menemukan persoalan.
Baik gangguan kamtibmas maupun kendala yang berkaitan dengan pertanian diharapkan dapat segera disampaikan sehingga dapat dilakukan koordinasi dengan pihak yang berwenang.
Bagi kepolisian, kegiatan sambang semacam ini memiliki fungsi ganda. Selain memperkuat pemantauan wilayah, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat.
Interaksi secara langsung memungkinkan petugas mengetahui situasi masyarakat tanpa harus menunggu adanya laporan atau persoalan yang berkembang menjadi lebih besar.
Pendekatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun kemitraan antara polisi dan warga. Masyarakat ditempatkan sebagai mitra dalam menjaga keamanan sekaligus mendukung program pemerintah.
Sektor pertanian menjadi salah satu ruang yang dimanfaatkan untuk memperkuat kemitraan tersebut. Lahan jagung yang dikunjungi menjadi titik interaksi antara personel kepolisian dan masyarakat.
Kepolisian berharap komunikasi yang terbangun dapat terus dipertahankan. Dengan komunikasi yang terbuka, persoalan yang muncul di lapangan diharapkan dapat lebih cepat diketahui.
Di saat yang sama, warga diharapkan tetap menjaga produktivitas pertanian dan berpartisipasi dalam menciptakan lingkungan yang aman.
Kegiatan monitoring dan sambang di Jalan Barito tersebut berjalan lancar tanpa adanya gangguan. Situasi selama kegiatan berlangsung terpantau aman, tertib, dan kondusif.
Polsubsektor Kedopok menegaskan bahwa kegiatan pendekatan kepada masyarakat akan terus dilakukan sebagai bagian dari pelayanan kepolisian, pemeliharaan kamtibmas, serta dukungan terhadap ketahanan pangan di wilayah Kota Probolinggo.
