Polri Perkuat Penanganan Hilangnya Kapal Virgo, Lima Posko DVI Disiagakan di Jatim-Kalsel


Surabaya, Suaragenerasibangsa 
– Polri memperkuat langkah penanganan insiden hilangnya kapal Virgo yang tengah dalam pelayaran rute Surabaya–Banjarmasin. Tim Disaster Victim Identification (DVI) dikerahkan untuk mendukung proses pencarian, penanganan korban, hingga identifikasi apabila ditemukan korban dalam insiden tersebut.

Penguatan operasi dilakukan dengan menempatkan personel DVI di sejumlah titik yang dinilai strategis. Posko disiapkan di wilayah Jawa Timur dan Kalimantan Selatan untuk mempercepat koordinasi antara tim kepolisian dengan berbagai instansi yang terlibat dalam penanganan insiden.

Secara keseluruhan, Polri telah menyiapkan lima posko DVI. Penempatan tersebut disesuaikan dengan lokasi yang berkaitan langsung dengan jalur pelayaran maupun fasilitas kesehatan yang menjadi bagian dari proses penanganan korban.

Di Jawa Timur, salah satu posko ditempatkan di Sumenep, di bawah jajaran Polda Jawa Timur. Sebanyak delapan personel disiagakan untuk mendukung pelaksanaan tugas DVI di lokasi tersebut.

Dukungan personel juga diperkuat melalui Posko DVI di Rumah Sakit Bhayangkara (RSB) Surabaya. Posko ini memiliki kekuatan 20 personel dan dipersiapkan untuk mendukung tahapan penanganan serta identifikasi korban.

Sementara itu, delapan personel lainnya ditempatkan di Posko DVI Pelabuhan Tanjung Perak, Jawa Timur. Keberadaan posko tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi pada salah satu titik penting dalam rangkaian penanganan insiden kapal Virgo.

Pergerakan dukungan DVI tidak hanya difokuskan di Jawa Timur. Polri juga menyiagakan personel di Kalimantan Selatan, khususnya di wilayah Banjarmasin yang menjadi tujuan pelayaran kapal tersebut.

Di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, sebanyak 20 personel DVI disiapkan. Posko ini diharapkan dapat menjadi salah satu pusat koordinasi apabila terdapat perkembangan dalam proses pencarian dan penanganan korban.

Selain itu, Posko DVI juga disiapkan di Ruang Otopsi RSB Banjarmasin dengan kekuatan 15 personel. Penempatan personel di fasilitas kesehatan tersebut menjadi bagian dari kesiapan Polri dalam menghadapi kebutuhan identifikasi korban secara profesional.

Dengan keberadaan lima posko di dua provinsi, Polri berupaya membangun sistem penanganan yang terintegrasi. Setiap personel yang ditempatkan di lapangan nantinya akan menjalankan tugas sesuai fungsi dan prosedur yang telah ditetapkan.

Tak berhenti pada lima posko yang telah disiapkan, Polri juga menyiapkan tambahan kekuatan dari Tim DVI Rodokpol Pusdokkes Polri. Tim tersebut dijadwalkan berangkat pada Senin malam, 14 September 2026.

Tim tambahan itu berjumlah enam personel. Komposisinya terdiri atas satu personel DNA expert dan lima personel lainnya yang akan mendukung kebutuhan operasional DVI.

Meski demikian, keberangkatan tim tambahan tersebut masih menunggu petunjuk dan arahan pimpinan. Pengiriman personel akan dilakukan sesuai perkembangan situasi dan kebutuhan penanganan di lapangan.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan, pengerahan tim DVI merupakan bagian dari kesiapan institusinya dalam menghadapi insiden yang berkaitan dengan keselamatan manusia.

Menurut Johnny, keberadaan personel DVI di sejumlah lokasi strategis diperlukan agar setiap perkembangan dapat direspons secara terkoordinasi. Terlebih, proses identifikasi korban membutuhkan ketelitian dan penerapan prosedur yang jelas.

"Polri melalui tim DVI terus melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk mendukung proses penanganan hilangnya kapal Virgo. Personel ditempatkan di sejumlah titik strategis untuk memperkuat koordinasi, penanganan, dan proses identifikasi apabila ditemukan korban," ujar Johnny, Senin (14/9).

Ia menegaskan, proses identifikasi tidak dilakukan secara sembarangan. Setiap tahapan akan mengacu pada prosedur DVI dengan mengutamakan ketepatan data dan hasil pemeriksaan.

Johnny juga memastikan personel yang terlibat akan berkoordinasi dengan instansi terkait selama menjalankan tugas. Koordinasi tersebut dinilai penting untuk memastikan setiap perkembangan di lapangan dapat ditindaklanjuti secara cepat.

"Tim DVI akan bekerja secara profesional, mengedepankan ketelitian dan prosedur identifikasi korban. Polri juga terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait agar setiap perkembangan dapat ditangani secara cepat dan tepat," katanya.

Kesiapan tersebut menjadi bagian dari langkah Polri dalam memberikan dukungan maksimal terhadap proses penanganan insiden kapal Virgo. Dengan dukungan personel dan posko di Jawa Timur serta Kalimantan Selatan, proses penanganan diharapkan dapat berlangsung secara terpadu sesuai perkembangan situasi di lapangan. (Septyan)

Posting Komentar

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama

Terkini

Terkini Lainnya