Kejadian tersebut kemudian dilaporkan warga melalui Call Centre 112. Laporan yang masuk pada pukul 16.22 WIB itu langsung mendapat respons dari Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Probolinggo. Regu 4 segera disiagakan untuk mendatangi lokasi kejadian.
Tidak hanya mengirim personel, Damkar Kota Probolinggo juga menerjunkan dua unit armada, yakni Fire Truck 04 dan Fire Truck 02. Petugas bergerak cepat karena api di area lahan terbuka dikhawatirkan meluas apabila terlambat ditangani.
Kasi Damkar Kota Probolinggo Dwi Arianto S.Sos.MM menyampaikan bahwa waktu respons petugas menjadi salah satu faktor penting dalam mengantisipasi perkembangan api. Dari laporan diterima hingga petugas tiba di lokasi hanya membutuhkan waktu sekitar lima menit.
“Begitu laporan masuk pada pukul 16.22 WIB, Regu 4 langsung bergerak. Pukul 16.27 WIB petugas sudah tiba di lokasi untuk melakukan penanganan,” ungkap Dwi Arianto.
Setelah berada di titik kejadian, personel langsung melakukan penyemprotan dan pemadaman terhadap area yang terbakar. Petugas juga memastikan kobaran api tidak merambat ke bagian lain di sekitar lokasi makam.
Proses penanganan berlangsung dengan dukungan Relawan Damkar (Redkar). Kondisi cuaca yang cerah membuat proses pemadaman dapat dilakukan dengan relatif lancar. Petugas terus melakukan penanganan hingga kobaran api berhasil dikendalikan.
“Yang paling penting dalam penanganan kebakaran adalah api bisa segera dikendalikan dan tidak menjalar. Kami bersama relawan melakukan pemadaman dan pengecekan area sampai kondisi benar-benar aman,” terang Dwi.
Pada pukul 16.57 WIB, kondisi kebakaran telah berhasil dikondisikan. Meski demikian, petugas masih berada di lokasi untuk memastikan tidak terdapat bara atau titik api yang berpotensi kembali menyala. Penanganan secara keseluruhan dinyatakan kondusif sekitar pukul 17.15 WIB.
Dari kejadian tersebut tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun kerugian material. Sementara berdasarkan laporan penanganan, kebakaran diduga dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah. Dwi Arianto pun mengingatkan warga agar lebih memperhatikan keamanan saat menggunakan api di lingkungan terbuka.
“Jangan menganggap pembakaran sampah sebagai hal sepele. Pastikan lokasi aman, jangan meninggalkan api begitu saja, dan setelah selesai harus dipastikan benar-benar padam. Jika api terlanjur membesar atau tidak bisa dikendalikan, segera hubungi Call Centre 112 agar petugas dapat melakukan penanganan,” tegasnya. (Septyan)
