Probolinggo, Suaragenerasibangsa– Tidak selalu diperlukan forum resmi dengan suasana formal untuk membangun kekuatan sebuah organisasi. Bagi jajaran Madura Asli Daerah Anak Serumpun (MADAS) DPC Probolinggo Raya dan DPAC Kraksaan, perjumpaan sederhana justru menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan sekaligus membicarakan masa depan organisasi.Sekitar 150 pengurus dan anggota MADAS berkumpul di sebuah warung kopi di sekitar Pabrik Gula Genggong, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, Minggu (4/10/2026) malam.
Pertemuan yang berlangsung selepas Isya tersebut berlangsung dalam suasana santai. Tidak ada sekat antara pengurus dan anggota. Mereka duduk bersama, bertukar pikiran dan membicarakan sejumlah agenda yang berkaitan dengan keberlangsungan organisasi.
Di balik suasana yang cair, terdapat agenda penting yang ingin ditegaskan, yakni menjaga kekompakan sekaligus memperkuat arah organisasi MADAS di wilayah Probolinggo.
Ketua MADAS DPC Probolinggo Raya H. Samsul Arifin menyampaikan bahwa hubungan kekeluargaan menjadi salah satu kekuatan yang harus terus dipelihara.
Menurutnya, semakin besar organisasi, semakin penting pula menjaga komunikasi antaranggota agar tidak terjadi jarak antara satu struktur dengan struktur lainnya.
“Silaturahmi seperti ini sangat penting untuk memperkuat komunikasi dan kebersamaan antara pengurus dengan anggota. Kami ingin seluruh jajaran MADAS tetap solid, kompak dan satu visi dalam menjalankan organisasi,” kata Samsul.
Baginya, MADAS tidak cukup hanya memiliki banyak anggota. Organisasi juga harus memiliki arah yang jelas dan mampu mempertanggungjawabkan keberadaannya.
Karena itu, pembahasan mengenai legalitas organisasi turut menjadi bagian dari pertemuan. Penguatan legalitas dipandang sebagai langkah penting agar MADAS semakin dipercaya dan memiliki dasar yang kuat dalam menjalankan program.
“Yang tidak kalah penting, kita bersama-sama mempertegas legalitas dan keberadaan MADAS agar organisasi ini semakin dipercaya serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” ujarnya.
Semangat yang sama disampaikan Ketua DPAC Kraksaan Zal Moh Ali M. Menurutnya, hubungan antara DPC dan DPAC tidak boleh hanya terjalin ketika ada agenda besar. Komunikasi harus terus dijaga melalui pertemuan dan koordinasi secara berkala.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Dengan adanya silaturahmi dan koordinasi seperti ini, komunikasi antarjajaran semakin baik,” tutur Zal.
Ia berharap DPAC Kraksaan dapat terus berjalan beriringan dengan DPC Probolinggo Raya dalam menjalankan program organisasi. Anggota juga diminta menjaga sikap dan nama baik MADAS di tengah masyarakat.
Bagi jajaran MADAS, pertemuan tersebut bukan sekadar berkumpul dan berbincang. Ada komitmen yang ingin dibangun dari pertemuan sederhana itu: menjaga persaudaraan, memperkuat komunikasi dan memastikan organisasi memiliki arah yang semakin jelas.
Konsolidasi tersebut diharapkan menjadi pijakan untuk memperkuat keberadaan MADAS di wilayah Kota dan Kabupaten Probolinggo. Dengan hubungan yang semakin erat antara pengurus dan anggota, berbagai program organisasi diharapkan dapat berjalan lebih terarah.
Malam itu, warung kopi di kawasan Pajarakan menjadi saksi bagaimana sebuah pertemuan sederhana dapat menjadi ruang untuk menyatukan gagasan. Dari suasana penuh keakraban tersebut, MADAS Probolinggo Raya dan DPAC Kraksaan kembali membawa satu tekad: menjaga persaudaraan sekaligus membangun organisasi yang solid dan bermanfaat.
(Septyan)
